Jakarta, BONARINEWS — Lalu Adam Farhan, jurnalis Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Didaktika Universitas Negeri Jakarta, meraih Ahmad Taufik Award 2026 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Karyanya tentang operasi tambang di kawasan lindung Karawang Selatan terpilih sebagai karya jurnalistik pers mahasiswa terbaik.
Pengumuman penghargaan berlangsung dalam puncak perayaan ulang tahun ke-32 AJI di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat malam, 7 Agustus 2026.
Karya Adam berjudul “Geliat Operasi Tambang di Kawasan Lindung Karawang Selatan”. Tulisan tersebut terpilih dari hampir 100 karya jurnalistik pers mahasiswa yang dikirimkan dari berbagai daerah di Indonesia.
Sunudyantoro, Ketua Divisi Pendidikan AJI Indonesia sekaligus salah satu juri Ahmad Taufik Award, mengatakan karya Adam menonjol karena menggunakan pendekatan jurnalistik investigatif dan diperkuat dengan foto serta infografis.
“Ahmad Taufik Award tahun ini AJI berikan kepada jurnalis pers mahasiswa yang menulis dengan sangat bagus, menggunakan pendekatan jurnalisme investigatif, didukung dengan foto, dan infografis menarik,” kata Sunudyantoro.
Tahun ini menjadi kali pertama penghargaan tersebut menggunakan nama Ahmad Taufik. Sejak pertama kali diberikan pada 2022, penghargaan itu sebelumnya dikenal sebagai Persma Award.
Ahmad Taufik merupakan salah satu deklarator AJI yang memulai perjalanan jurnalistiknya dari aktivitas pers mahasiswa di Universitas Islam Bandung. Ia kemudian berkarier sebagai jurnalis, antara lain di majalah Tempo, sebelum dipenjarakan oleh rezim Orde Baru karena aktivitasnya memperjuangkan kemerdekaan pers.
Penggantian nama penghargaan menjadi Ahmad Taufik Award dimaksudkan untuk mengabadikan kiprah dan perjuangannya dalam membela kebebasan pers serta tradisi pers mahasiswa.
Hampir 100 Karya Dinilai
Panitia Ahmad Taufik Award 2026 menerima hampir 100 karya jurnalistik pers mahasiswa dari seluruh Indonesia. Karya-karya tersebut hadir dalam beragam bentuk dan pendekatan, mulai dari feature human interest, laporan mendalam, hingga liputan investigasi.
Tiga juri dari Pengurus Nasional AJI Indonesia, yakni Sunudyantoro, Winahyu Dwi Utami, dan Dian Yuliastuti, menilai seluruh karya sebelum menentukan tiga karya terbaik.
“Selanjutnya, juri memilih tiga terbaik. Ahmad Taufik Award hanya kami berikan untuk karya jurnalistik pers mahasiswa terbaik pertama. Sedangkan pemenang kedua dan ketiga kami berikan sertifikat sebagai penghargaan atas kerja keras mereka,” ujar Sunudyantoro.
Posisi kedua diraih Tiara Karina dari Lembaga Pers Mahasiswa INTR-O FISIP Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, melalui karya berjudul “Denyut Lumbung Nanas di Tepi Barito”.
Sementara itu, Dela Srilestari dan Naswa dari Suara Mahasiswa (Suma) Universitas Indonesia meraih posisi ketiga melalui karya “Menyusuri Air yang Dibunuh”.
AJI memberikan sertifikat kepada kedua karya tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kerja jurnalistik para jurnalis pers mahasiswa.
Penulis: Dedy Hutajulu