Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Enam Lokasi di Dairi, 5 Hektare Lahan Pertanian Rusak

Bagikan Artikel

DAIRI, BONARINEWS — Hujan berintensitas tinggi memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Bencana tersebut merusak lahan pertanian dan infrastruktur jalan, termasuk delapan titik jalan usaha tani serta satu jembatan yang dilaporkan hanyut terbawa arus.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, terdapat enam lokasi terdampak yang tersebar di beberapa kecamatan. Salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup besar adalah Dusun 5 Sukumblin, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-pungga.

Banjir dan longsor di wilayah tersebut terjadi pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Dampaknya, lahan pertanian seluas sekitar lima hektare mengalami kerusakan, terutama tanaman jagung dan sejumlah komoditas lainnya.

Selain merusak lahan pertanian, bencana menyebabkan kerusakan pada delapan titik jalan usaha tani dan menghanyutkan satu unit jembatan. Berdasarkan informasi sementara BPBD, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Enam lokasi terdampak

Selain Desa Lae Ambat, dampak bencana dilaporkan terjadi di jalan penghubung Desa Pasir Mbelang–Pasir Tengah dan ruas Simpang Renun–Lau Njuhar 1 di Kecamatan Tanah Pinem.

Lokasi lainnya meliputi Dusun Huta Passur, Desa Janji, Kecamatan Siempat Nempu Hilir; Jalan Lae Pondom, Kecamatan Silahisabungan; serta jalan menuju Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike di Desa Lae Hole 2, Kecamatan Parbuluan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Dairi melakukan peninjauan lapangan, pendataan kerusakan, dan pengumpulan informasi untuk menentukan kebutuhan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.

Pada Minggu (25/10/2026), tim BPBD kembali meninjau Desa Lae Ambat untuk memperbarui data dampak bencana dan mengidentifikasi tingkat kerusakan. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa dan kecamatan di wilayah terdampak.

Bupati Dairi Vickner Sinaga melalui Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Dairi, Erwin Sitorus, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat hujan berintensitas tinggi.

Warga yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, serta wilayah dengan kondisi tanah labil diminta lebih berhati-hati, terutama ketika hujan deras berlangsung.

Bupati juga mengingatkan organisasi perangkat daerah terkait agar responsif terhadap perkembangan situasi dan proaktif menyampaikan informasi peringatan dini kepada masyarakat.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya penyampaian informasi yang cepat dan mudah dipahami, serta koordinasi lintas sektor untuk mendukung mitigasi bencana dan mengurangi risiko bagi masyarakat.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *