DAIRI, BONARINEWS — Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Dairi berharap pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat daerah tahun 2026 mendapat perhatian dan dukungan maksimal dari Pemerintah Kabupaten Dairi, khususnya dalam aspek penganggaran.
Ketua GAMKI Kabupaten Dairi, Januar Pasaribu, S.Pd, menilai Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan seni suara gerejawi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan mental, spiritual, serta penguatan nilai keimanan masyarakat.
Pesparawi sendiri merupakan festival dan kompetisi paduan suara rohani Kristen Protestan yang dilaksanakan secara berkala, baik tingkat daerah maupun nasional, melalui Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) dan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD).
Menurut Januar, pelaksanaan Pesparawi di Kabupaten Dairi pada tahun sebelumnya belum berjalan maksimal akibat keterbatasan anggaran.
Ia menyebut salah satu agenda utama dalam Pesparawi, yakni perlombaan koor, tidak dapat terlaksana karena membutuhkan biaya yang cukup besar.
“Kalau tidak salah tahun lalu dana yang dialokasikan melalui APBD hanya sekitar Rp100 juta. Jumlah itu tentu sangat terbatas untuk membiayai berbagai rangkaian kegiatan Pesparawi dengan banyak kategori perlombaan,” ujar Januar.
Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Dairi yang mayoritas beragama Kristen, dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan seperti Pesparawi dinilai sangat penting.
Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai akan membuat kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Masyarakat Dairi yang kurang lebih 80 persen beragama Kristen tentu berharap kegiatan seperti Pesparawi mendapat perhatian yang layak agar pelaksanaannya dapat berjalan maksimal,” katanya.
Januar optimistis di bawah kepemimpinan Bupati Dairi Ir. Vickner Sinaga, M.M dan Wakil Bupati Dair Wahyu Daniel Sagala, pelaksanaan Pesparawi tingkat daerah tahun 2026 akan mendapat perhatian lebih besar.
Ia berharap pemerintah daerah melihat Pesparawi sebagai bagian dari pembinaan kehidupan beragama sekaligus wadah pengembangan bakat generasi muda.
“Kami percaya Pesparawi 2026 akan mendapatkan porsi dukungan yang lebih baik. Kegiatan ini merupakan representasi kehidupan umat Kristen dan menjadi ruang positif bagi masyarakat,” pungkas Januar.
Penulis: JP