Demo di Yanglim Building, Aliansi Pengamat Lingkungan Desak Dugaan Peredaran Narkotika Diusut

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS – Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Pengamat Lingkungan menggelar demonstrasi di depan Yanglim Building, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Kamis, 6 Agustus 2026. Mereka mendesak polisi mengusut dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam yang berada di gedung tersebut.

Koordinator aksi, Pablo Saragih, menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, meminta dugaan peredaran narkotika segera dihentikan. Kedua, mendesak aparat memeriksa pihak yang mereka sebut berinisial MK sebagai pemilik dan HS yang disebut sebagai humas. Ketiga, massa menyatakan akan mengawal perkara tersebut hingga tuntas.

“Kami turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi. Diduga ada peredaran dan penggunaan narkotika di MODS,” kata Pablo saat berorasi.

Pablo mengatakan dugaan tersebut telah menjadi keresahan masyarakat Medan, khususnya karena potensi dampaknya terhadap generasi muda. Ia menyebut tempat hiburan malam tersebut sebelumnya bernama X3 dan kini menggunakan nama MODS.

Massa juga mengaitkan tuduhan itu dengan informasi yang beredar di sejumlah media dan media sosial. Namun, klaim mengenai dugaan peredaran narkotika tersebut belum terverifikasi secara independen.

Aksi kemudian diwarnai ketegangan. Sejumlah orang yang menurut demonstran mengaku sebagai bagian dari organisasi kepemudaan dan pengamanan kawasan Yanglim Building mendatangi lokasi aksi. Massa menilai kehadiran kelompok tersebut sebagai upaya menghalangi demonstrasi.

“Kami menyayangkan adanya percobaan penghalangan aksi. Kami sudah menyurati kepolisian terkait pemberitahuan aksi,” ujar Pablo.

Aliansi Pengamat Lingkungan meminta polisi menjalankan pengamanan aksi sesuai ketentuan penyampaian pendapat di muka umum. Mereka juga mendesak aparat menindaklanjuti dugaan peredaran narkotika berdasarkan penyelidikan dan bukti yang sah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai dugaan peredaran narkotika tersebut. Pihak yang disebut berinisial MK dan HS juga belum memberikan tanggapan atas tudingan yang disampaikan massa aksi.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *