DELI SERDANG, BONARINEWS.com — Upaya menghadirkan makanan bergizi sekaligus menggerakkan ekonomi desa ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui skema distribusi pangan langsung dari petani ke sekolah.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di SD Negeri 106144 Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Senin (13/4/2026). Peninjauan ini memastikan program berjalan tepat sasaran sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya petani lokal.
Sekolah tersebut merupakan bagian dari penerima manfaat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Semayang yang telah menerapkan pola distribusi bahan pangan langsung dari petani tanpa perantara.
Dalam kunjungan itu, Bupati menegaskan pentingnya keterlibatan petani dalam rantai pasok program. Selain menjaga kualitas bahan makanan, langkah ini dinilai mampu memperkuat ekonomi lokal.
“Sebagai Pemda, kita ingin program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi petani lokal sebagai penyedia bahan pangan,” ujarnya.
Menurutnya, skema distribusi langsung menjadi kunci efektivitas program. Tanpa pihak ketiga, harga bahan pangan lebih stabil dan kualitas lebih terjaga.
Sejumlah komoditas yang dipasok langsung antara lain cabai, bawang, dan salak dari Kecamatan STM Hulu; melon, beras, dan cabai dari Kecamatan Beringin; serta telur dari Desa Pematang Biara, Kecamatan Pantai Labu.
“Kalau melalui pasar, harga sudah bertambah karena rantai distribusi. Ini berdampak pada anggaran dan kualitas. Dengan pola langsung ke petani, harga bisa lebih terkendali dan petani punya kepastian pasar,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menilai model ini berpotensi menekan inflasi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Tak hanya soal distribusi, Bupati juga mendorong inovasi dalam penyajian makanan di sekolah, salah satunya dengan sistem prasmanan minimal sekali dalam seminggu.
“Anak-anak juga belajar disiplin, antre, dan bersabar. Ini bagian dari pembentukan karakter,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Asri Ludin Tambunan turut membagikan salak madu asal STM Hulu kepada siswa sebagai simbol pemanfaatan hasil pertanian lokal dalam konsumsi sehari-hari.
Peninjauan juga dirangkai dengan evaluasi sarana dan prasarana sekolah. Pemerintah daerah tengah mendorong perbaikan fasilitas, termasuk perpustakaan dan rencana pemanfaatan rumah dinas menjadi laboratorium, kantin, serta Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Langkah ini menegaskan bahwa program makan bergizi tak hanya soal pemenuhan nutrisi, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan terpadu yang menyentuh sektor pendidikan dan ekonomi masyarakat.
Penulis: Dedy Hu