Jakarta, Bonarinews.com – Upaya mewujudkan kemandirian bahan bakar nuklir nasional kembali menjadi sorotan. Badan Riset dan Inovasi Nasional menegaskan pentingnya transparansi dalam pengembangan teknologi nuklir melalui penerapan Additional Protocol dari International Atomic Energy Agency.
Pakar BRIN, Lukman, menekankan bahwa transparansi merupakan faktor utama dalam menjaga kepercayaan global sekaligus mencegah potensi konflik internasional.
Transparansi menjadi kunci menjaga kepercayaan global dan penting untuk menghindari eskalasi seperti peringatan berulang dari lembaga internasional, ujarnya.
Menurutnya, kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang nuklir tidak bisa dilepaskan dari pengawasan internasional. Hal ini karena riset nuklir mencerminkan kemampuan teknologi suatu negara dan berpotensi menimbulkan kekhawatiran jika tidak dikelola secara terbuka.
Kegiatan penelitian dalam bidang nuklir merupakan elemen krusial dalam protokol tambahan karena mencerminkan kemampuan teknologi suatu negara. Transparansi dalam R dan D menjadi fondasi untuk menjaga kepercayaan internasional sekaligus mencegah proliferasi nuklir sejak tahap awal, tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan memenuhi standar inspeksi dari IAEA dapat berdampak luas, tidak hanya pada aspek teknis tetapi juga politik dan diplomasi internasional.
Kegagalan inspeksi memiliki konsekuensi multidimensi. Oleh karena itu, kepatuhan menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan program nuklir suatu negara, pungkasnya.
Melalui pendekatan transparansi dan kepatuhan terhadap standar internasional, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan teknologi nuklir secara aman, damai, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya di mata dunia. (Lindung Silaban)