MEDAN, BONARINEWS – Anggota MPR/DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menegaskan, Pancasila merupakan fondasi utama yang menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa yang dimiliki bangsa ini.
Hal tersebut disampaikan Sofyan Tan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Berbasis Komunitas yang diselenggarakan Badan Sosialisasi MPR RI bekerja sama dengan Perkumpulan Persatuan Alumni dan Mahasiswa Aspirasi (Pamas) dr. Sofyan Tan di Hotel Four Points by Sheraton Medan, Selasa (2/6/2026).
Dalam pemaparannya, Sofyan Tan mengangkat kisah hubungan persahabatan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dengan Presiden Yugoslavia, Josip Broz Tito. Kisah tersebut, menurutnya, memberikan pelajaran penting tentang arti sebuah ideologi dalam menjaga keberlangsungan sebuah bangsa.
Sofyan Tan menceritakan, dalam sebuah kesempatan Soekarno pernah bertanya kepada Tito mengenai warisan yang akan ditinggalkannya untuk negaranya. Tito menjawab bahwa dirinya meninggalkan tentara yang kuat sebagai penjaga kedaulatan negara. Sebaliknya, ketika mendapat pertanyaan yang sama, Soekarno menyatakan bahwa dirinya mewariskan sebuah way of life atau pandangan hidup bagi bangsa Indonesia, yakni Pancasila.
“Dulu banyak pihak memprediksi Indonesia akan terpecah menjadi beberapa negara karena begitu beragamnya suku, agama, bahasa, dan budaya yang dimiliki. Namun yang terjadi justru Yugoslavia yang pecah menjadi beberapa negara, sementara Indonesia tetap berdiri kokoh karena memiliki Pancasila sebagai pemersatu bangsa,” ujar Sofyan Tan.
Menurutnya, Indonesia dianugerahi kekayaan yang tidak dimiliki banyak negara lain, mulai dari ratusan suku bangsa, bahasa daerah, budaya, adat istiadat, hingga ragam kuliner dan destinasi wisata yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Ia menegaskan, seluruh kekayaan tersebut harus dipandang sebagai aset nasional yang wajib dijaga bersama. Keberagaman yang dimiliki Indonesia tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan harus menjadi kekuatan untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan bangsa.
“Potensi wisata, budaya, kuliner, serta keberagaman yang kita miliki adalah kekayaan luar biasa. Semua itu hanya bisa berkembang jika Indonesia tetap bersatu dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Jika bangsa ini terpecah, maka seluruh potensi tersebut juga akan ikut runtuh,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Muhammad Hoerudin Amin, S.Ag., M.H., mengungkapkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila masih perlu ditingkatkan.
Ia menyebutkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), jumlah masyarakat yang benar-benar memahami Pancasila masih relatif rendah dibandingkan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan.
“Karena itu kegiatan sosialisasi seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan agar nilai-nilai Pancasila semakin dipahami dan diamalkan oleh masyarakat,” ujar Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Anggota MPR/DPR RI Komisi VII Fraksi PKB, Chusnunia Chalim, mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa yang mampu menjaga persatuan Indonesia di tengah berbagai tantangan global.
“Pancasila harus kita rawat bersama. Ketika banyak negara menghadapi konflik, perpecahan, bahkan perang, Indonesia tetap mampu hidup rukun dalam keberagaman dan mempertahankan persatuannya,” kata Chusnunia.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Anggota MPR/DPR RI Komisi XIII Fraksi NasDem Tonny Tesar, Anggota MPR/DPR RI Komisi IX Fraksi PKS H. Alifudin, Anggota MPR/DPD RI Zuhri M. Syazali, Lc., serta anggota komunitas Pamas dr. Sofyan Tan yang dipimpin Reza Mahendra.
Penulis: Dedy Hu