Pegadaian Ajak 100 Pelajar Peduli Lingkungan lewat Green Sibayak

Bagikan Artikel

KARO, BONARINEWS — Menjaga kelestarian alam tidak cukup hanya dengan imbauan. Pesan itu coba diwujudkan PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah I Medan melalui Green Sibayak: Clean Up & Tree Planting for Sustainable Habitat di kawasan Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Sekitar 100 pelajar dari SMA Negeri 1 Berastagi, SMK Negeri 1 Kabanjahe, dan SMK Immanuel Kabanjahe dilibatkan dalam kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati World Habitat Day tersebut. Mereka bergabung bersama jajaran insan Pegadaian dan komunitas Vertical Rescue.

Kegiatan itu dihadiri Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan Yohanis Wulang, Tim Departemen Bisnis Support Kanwil I Medan, Pemimpin Cabang Pegadaian Kabanjahe Suryadi Mandala, serta Ketua Vertical Rescue Teguh Persada.

Melalui program Pegadaian Peduli sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR), para peserta diajak tidak sekadar mengenal pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi pelestarian alam.

Dua kegiatan utama digelar. Pertama, aksi pembersihan sampah dari kawasan puncak Gunung Sibayak hingga Pos 1. Kedua, penanaman 300 bibit pohon pinus di kawasan tersebut.

Yohanis mengatakan kegiatan itu menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian bersama terhadap lingkungan. Menurut dia, pelestarian alam tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

“Dalam acara World Habitat Day yang saya banggakan, teman-teman dari Vertical Rescue, serta adik-adik dari SMA Negeri 1 Berastagi, SMK Negeri 1 Kabanjahe, dan SMK Immanuel Kabanjahe, kita bersama-sama melaksanakan kegiatan sebagai bentuk kepedulian dan kepekaan kita dalam menjaga serta memelihara lingkungan,” ujar Yohanis.

Ia mengatakan aksi pembersihan sampah dan penanaman pohon diharapkan memberi dampak positif bagi kelestarian kawasan Gunung Sibayak. Pada saat yang sama, keterlibatan pelajar diharapkan menumbuhkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini.

“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” tegasnya.

Pegadaian, kata Yohanis, akan terus menjalankan kegiatan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan. Program serupa tidak hanya diarahkan ke kawasan pegunungan, tetapi juga wilayah pesisir.

Ia menyebut penanaman bakau di kawasan pantai menjadi salah satu rencana kegiatan untuk membantu mengurangi risiko abrasi.

“Kegiatan seperti ini terus kita jalankan. Hampir setiap tahun kita melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Ke depan, bahkan di tempat-tempat lain terdapat kegiatan penanaman bakau di pesisir pantai untuk membantu mengurangi abrasi. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kita terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Selain berbicara mengenai lingkungan, Yohanis mengingatkan peserta untuk tidak mengabaikan keselamatan. Medan Gunung Sibayak memiliki risiko sehingga seluruh peserta diminta saling menjaga selama kegiatan berlangsung.

“Kedua kegiatan ini sifatnya berkelompok. Jadi, tolong saling memperhatikan satu sama lain selama kegiatan berlangsung. Jalur yang kita lalui memiliki risiko yang cukup besar apabila kita kurang berhati-hati. Jangan sampai kegiatan yang kita laksanakan dengan maksud dan tujuan yang baik justru menimbulkan dampak negatif,” pesannya.

Ia berharap pengalaman mengikuti Green Sibayak dapat meninggalkan kesan positif bagi para pelajar sekaligus memperkuat kesadaran mereka mengenai pentingnya menjaga kebersihan, habitat, dan keberlanjutan lingkungan.

Menurut Yohanis, kawasan Gunung Sibayak memiliki keindahan alam yang perlu dijaga agar tetap dapat dinikmati masyarakat.

“Kita nikmati kegiatan ini. Kalau berada di alam seperti ini, mudah-mudahan ketika pulang nanti kita merasa lebih bahagia dan lebih segar dibandingkan sebelumnya,” tuturnya.

Green Sibayak juga menjadi bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15 atau Life on Land yang berfokus pada ekosistem daratan.

Melalui pembersihan sampah dan penanaman pohon, Pegadaian berupaya berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan ekosistem daratan. Pelibatan pelajar dan komunitas menjadi bagian penting untuk membangun kepedulian lingkungan melalui pengalaman langsung.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kolaborasi antara dunia usaha, komunitas, dan generasi muda diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam menjaga alam.

Green Sibayak pada akhirnya bukan hanya tentang membersihkan sampah atau menanam pohon. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ajakan agar kepedulian terhadap lingkungan diterjemahkan menjadi tindakan nyata dan dilakukan secara berkelanjutan.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *