Medan, BONARINEWS – Tidak semua siswa mendapat kesempatan menjadi Detektif Sampah di UPT SD Negeri 066658 Marelan. Dalam peringatan Hari Anak Nasional, Kepala UPT SD Negeri 066658 Marelan, Muhammad Imam Arif, S.Pd.I., secara resmi melantik dua siswi, Indah Rahmayani dan Tiara Larasati, sebagai Detektif Sampah Tahun Ajaran 2026/2027.
Pemilihan keduanya bukan tanpa alasan. Guru UPT SD Negeri 066658 Marelan, Eklimanis Damanik, mengungkapkan bahwa kedua siswi tersebut dipilih melalui pengamatan terhadap sikap, tanggung jawab, dan kepedulian mereka terhadap lingkungan sekolah.
“Detektif Sampah bukan sekadar simbol atau petugas kebersihan. Mereka adalah teladan yang diharapkan mampu menggerakkan teman-temannya agar peduli terhadap lingkungan,” ujar Eklimanis.
Menurutnya, Indah Rahmayani dipilih karena selama ini telah menunjukkan kepemimpinan sebagai Koordinator Kebersihan Kelas. Dalam menjalankan tugasnya, Indah dinilai disiplin, amanah, dan mampu mengoordinasikan teman-temannya menjalankan piket kelas. Selain itu, ia dikenal sebagai siswa yang aktif belajar, mudah bekerja sama, memiliki kepedulian terhadap teman, serta selalu menunjukkan sikap santun kepada guru maupun warga sekolah.
Sementara itu, Tiara Larasati dipercaya menjadi Detektif Sampah karena konsisten memperlihatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Ia terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan tidak ragu mengingatkan teman-temannya agar melakukan hal yang sama. Tiara juga dinilai memiliki komunikasi yang baik, disiplin, teliti, serta mampu menjadi contoh melalui perilaku positif yang ditunjukkannya setiap hari.
“Harapan kami, Indah dan Tiara mampu menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab serta menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” kata Eklimanis.
Pelantikan Detektif Sampah merupakan bagian dari upaya sekolah membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. Program ini bertujuan mengurangi volume sampah di sekolah sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan secara proaktif, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di rumah dan masyarakat.

Komitmen tersebut juga telah membuahkan hasil. Pada Pameran Daur Ulang Sampah yang diselenggarakan Gugah Nurani Indonesia (GNI) Medan CDP pada April 2026, UPT SD Negeri 066658 Marelan berhasil meraih Juara III, di bawah UPT SD Negeri 064006 sebagai Juara I dan SD Swasta Anugerah Harapan Bangsa sebagai Juara II.
Program Detektif Sampah turut mendapat apresiasi dari Project Manager Gugah Nurani Indonesia (GNI) Medan CDP, Anwar Suhut. Menurutnya, pendekatan yang melibatkan anak sebagai penggerak perubahan jauh lebih efektif dibandingkan jika edukasi hanya datang dari orang dewasa.
“Ketika anak mengajak dan mengingatkan teman sebayanya untuk membuang sampah pada tempatnya, pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima. Di sisi lain, anak yang dipercaya sebagai Detektif Sampah juga belajar memikul tanggung jawab, memimpin, dan menjadi teladan bagi lingkungannya,” ujar Anwar.
Ia menambahkan, gerakan seperti ini perlu terus didukung oleh sekolah dan pemerintah karena bukan hanya membentuk lingkungan yang bersih, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
Melalui Detektif Sampah, UPT SD Negeri 066658 Marelan berharap budaya menjaga kebersihan tidak lagi muncul karena takut ditegur guru, melainkan tumbuh dari kesadaran siswa untuk saling mengingatkan dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan sampah di lingkungan sekolah.
Penulis: Dedy Hutajulu