S2 Antropologi FISIP USU Buka Pendaftaran, Fokus Cetak Antropolog Publik

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS — Program Studi Magister (S2) Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) resmi membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.

Masa pendaftaran berlangsung mulai 6 Mei hingga 29 Juni 2026 melalui sistem penerimaan terpadu pascasarjana USU.

Dosen Antropologi Sosial FISIP USU, Fotarisman Zaluchu, mengatakan program magister tersebut menitikberatkan pada pengembangan Antropologi Publik yang relevan dengan berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

“Antropologi tidak hanya berhenti pada kajian akademik, tetapi juga harus mampu memberi kontribusi nyata dalam menjawab persoalan sosial, budaya, dan pembangunan masyarakat,” kata Fotarisman Zaluchu saat diwawancarai di Medan, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut dia, pendekatan Antropologi Publik mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam isu-isu kemasyarakatan, mulai dari keberagaman budaya, perubahan sosial, pembangunan daerah, hingga penguatan komunitas lokal.

Program studi tersebut juga menawarkan kemudahan dalam proses pendaftaran serta dukungan akademik bagi mahasiswa selama menjalani perkuliahan.

Fotarisman menegaskan bahwa lulusan Magister Antropologi diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan riset yang kuat, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Lulusan yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi akademisi, peneliti, konsultan, maupun praktisi yang dapat menjembatani kepentingan masyarakat dengan kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Calon mahasiswa dapat mengakses laman penerimaan terpadu pascasarjana USU untuk melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan. Informasi lebih lanjut juga tersedia melalui surat elektronik magisterantropologi@usu.ac.id maupun narahubung resmi program studi.

Dengan dibukanya penerimaan mahasiswa baru ini, FISIP USU berharap dapat menjaring calon mahasiswa yang memiliki minat kuat terhadap ilmu antropologi serta berkomitmen memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat melalui pendekatan ilmu sosial dan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *