Tiga Tim Soroti Kinerja Wasit Liga 4 Nasional, PSSI Diminta Lakukan Evaluasi

Bagikan Artikel

BINJAI, BONARINEWS – Kinerja perangkat pertandingan, khususnya wasit dalam babak penyisihan Grup G Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026, mendapat sorotan dari sejumlah tim peserta. Mereka menilai terdapat sejumlah keputusan kontroversial yang memengaruhi jalannya pertandingan dan meminta PSSI melakukan evaluasi menyeluruh.

Keluhan tersebut datang dari Binjai City SC, Persimaju Mamuju, dan Persipegaf Pegunungan Arfak yang sama-sama berlaga di Grup G. Ketiga tim menilai kualitas kepemimpinan wasit perlu mendapat perhatian demi menjaga sportivitas kompetisi.

Manajer Binjai City SC, Ferdy Lupa, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit saat pertandingan melawan Unaaha FC, Konawe, Sulawesi Tenggara, di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, terdapat beberapa keputusan yang dinilai merugikan tim asal Sumatera Utara tersebut. Ia menyoroti dua penalti yang diberikan kepada Unaaha FC dan berujung gol.

Ferdy menilai keputusan tersebut terjadi setelah adanya dugaan pelanggaran yang seharusnya tidak berbuah hukuman penalti. Kondisi itu membuat tensi pertandingan meningkat hingga terjadi ketegangan antarpemain.

“Kami memutuskan mundur karena merasa ada kejanggalan selama pertandingan. Kami melihat kepemimpinan wasit belum mencerminkan rasa keadilan dan semangat fairplay,” ujar Ferdy.

Ia mengatakan pihaknya akan menyampaikan nota keberatan kepada PSSI serta meminta adanya pemeriksaan terhadap kepemimpinan perangkat pertandingan.

Sorotan serupa disampaikan Manajer Persimaju Mamuju, Suprianto Paisal. Meski timnya berhasil lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup G, ia tetap menilai kualitas kepemimpinan wasit masih perlu diperbaiki.

Menurut Suprianto, salah satu pertandingan yang menjadi perhatian adalah saat Persimaju Mamuju bermain imbang 1-1 melawan Unaaha FC pada Selasa (2/6/2026).

Dalam laga tersebut, ia mempersoalkan keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada pemain Persimaju Mamuju. Keputusan itu disebut membuat pertandingan berjalan dengan tensi tinggi.

Suprianto menegaskan, kritik yang disampaikan bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi berkaitan dengan kualitas kompetisi dan penerapan aturan secara adil.

“Sepak bola harus menjadi kompetisi yang menjunjung keadilan, profesionalisme, dan persaingan sehat. Hal ini perlu menjadi perhatian agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” katanya.

Sementara itu, Manajer Persipegaf Pegunungan Arfak, Jarinus Mandacan, juga menyampaikan sejumlah catatan terkait kepemimpinan wasit selama pertandingan Grup G.

Ia menyoroti beberapa hal seperti dugaan aksi diving yang tidak mendapat hukuman, pemberian kartu yang dianggap kurang tepat, tambahan waktu pertandingan yang dipersoalkan, hingga situasi keamanan di sekitar lapangan.

Menurut Jarinus, catatan tersebut perlu menjadi evaluasi bagi PSSI dalam menentukan kualitas dan kelayakan perangkat pertandingan di kompetisi nasional.

“Kami ingin sepak bola Indonesia berjalan dengan benar. Namun kami merasa ada beberapa keputusan yang merugikan. Kami akan berkoordinasi dengan tim sebelum mengambil langkah berikutnya,” ujarnya.

Dengan adanya keluhan dari sejumlah peserta, PSSI diharapkan melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit dan perangkat pertandingan Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 agar kompetisi berjalan lebih profesional, transparan, dan menjunjung nilai sportivitas.

Penulis: Wardika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *