Awalnya Dianggap Tak Penting, 120 Sekolah di Belawan dan Marelan Ini Bikin Perubahan Besar Lewat Sampah

Bagikan Artikel

Medan, BONARINEWS.com – Tidak banyak yang menyangka, hal sederhana di lingkungan sekolah justru memicu perubahan besar di ratusan siswa di pesisir Kota Medan.

Sebanyak 120 sekolah di Kecamatan Medan Belawan dan Medan Marelan terlibat dalam program Lomba Bank Sampah Sekolah dan Pameran Hasil Karya Daur Ulang Sampah yang digagas Gugah Nurani Indonesia (GNI) Medan CDP. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu 29 April 2026 dan Kamis 30 April 2026.

Namun yang menarik, kegiatan ini bukan sekadar lomba atau seremonial pengumuman pemenang. Di baliknya, terjadi perubahan perilaku siswa yang cukup mencolok dalam memandang sampah di lingkungan sekolah mereka.

Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna, kini mulai diperlakukan sebagai bahan yang bisa diolah kembali menjadi karya dan memiliki nilai.

Project Manager GNI Medan CDP Anwar Suhut mengatakan, program ini memang dirancang untuk membangun kebiasaan baru di kalangan siswa sejak dini.

“Anak-anak Belawan dan Marelan diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cinta lingkungan, cinta kebersihan, dan terbiasa mendaur ulang sampah. Ini bukan sekadar lomba, tetapi gerakan bersama yang kita bangun dari sekolah,” ujarnya.

Perubahan itu juga terlihat langsung di lapangan. Guru UPT SD Negeri 060968 Belawan Eunike Simanjuntak menyebut awalnya banyak siswa yang belum peduli terhadap sampah di sekitar mereka.

Namun setelah program bank sampah berjalan, pola pikir siswa mulai berubah secara perlahan.

“Kami menanamkan bahwa sampah itu bukan sekadar dibuang, tetapi bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai. Sekarang anak-anak sudah mulai terbiasa memilah sampah plastik dan kertas setiap hari di sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan paling terasa adalah meningkatnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah tanpa harus selalu diingatkan.

“Sebelumnya anak-anak kurang peduli, tapi sekarang mereka lebih sadar pentingnya memilah sampah,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Seksi Kurikulum, Syaiful Riza yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan menilai program ini memberi dampak langsung pada pembentukan karakter siswa.

Menurutnya, pembelajaran tentang sampah yang dikemas dalam kegiatan sekolah membuat anak lebih mudah memahami nilai tanggung jawab dan kepedulian lingkungan.

“Awalnya anak-anak kurang peduli, tapi sekarang mereka mulai sadar bahwa sampah bisa diolah dan punya nilai. Ini sangat membantu pendidikan karakter siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Muhammadiyah 4 Belawan Syaiful Anwar menekankan, persoalan sampah tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut citra dan wajah sebuah wilayah.

“Wajah baik atau tidaknya sebuah kota itu pertama kali dilihat dari bagaimana pengelolaan kebersihannya. Karena itu kami berharap penanganan sampah di Belawan bisa lebih serius,” timpalnya.

Adapun hasil Lomba Bank Sampah Sekolah di dua wilayah tersebut adalah sebagai berikut.

Di Kecamatan Medan Belawan
Juara I : UPT SD Negeri 060968 Belawan
Juara II: SD Swasta HKBP Bersubsidi
Juara III: MIS Al Fathin Belawan

Di Kecamatan Medan Marelan
Juara I: UPT SD Negeri 064006
Juara II: UPT SD Negeri 064999
Juara III: UPT SD Negeri 065004

Dari kegiatan ini terlihat, perubahan besar tidak selalu dimulai dari hal yang besar. Di Belawan dan Marelan, justru dari sampah di lingkungan sekolah, lahir cara baru dalam membentuk karakter dan kesadaran generasi muda.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *