Medan, BONARINEWS.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Sumatera Utara bakal tampil berbeda. Bukan sekadar aksi turun ke jalan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memilih menjadikannya ruang dialog besar antara buruh, pemerintah, dan pemangku kepentingan.
Sekitar 2.000 buruh dari 77 serikat pekerja diperkirakan memadati GOR Astaka, Jalan Williem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, pada 1 Mei 2026 mendatang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut, Yuliani Siregar, menegaskan konsep dialog dipilih agar peringatan May Day tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan solusi atas persoalan ketenagakerjaan.
“Kita ingin May Day ini tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang dialog yang benar-benar dimanfaatkan untuk menyampaikan dan mencari solusi atas persoalan ketenagakerjaan. Pendekatan ini penting untuk membangun komunikasi yang sehat dan saling memahami antar pihak,” ujar Yuliani saat menjadi narasumber Podcast “Apa Cerita” di Kantor Disnaker Sumut, Selasa (28/4/2026).
Tak hanya itu, pada momentum May Day 2026, Pemprov Sumut juga akan meluncurkan program perlindungan tenaga kerja rentan secara besar-besaran.
Sebanyak 20.000 pekerja rentan akan mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan gratis yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumut.
Program ini menyasar pekerja sektor perkebunan seperti penggerek, dodos, dan profesi rentan lainnya dengan anggaran dari dana hibah sawit. Sementara pekerja rentan di wilayah Kepulauan Nias akan dicover melalui APBD Sumut.
“Dalam menentukan jaminan perlindungan tenaga kerja tersebut, kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial Sumut. Kita akan memberikan jaminan perlindungan berupa BPJS Ketenagakerjaan kepada 20.000 tenaga kerja rentan. Mereka adalah yang masuk ke dalam desil 1 dan 2. Ini adalah salah satu program strategis Provinsi Sumut,” jelas Yuliani.
Selain perlindungan sosial, Pemprov Sumut juga memperkuat peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui rehabilitasi Balai Latihan Kerja (BLK) di Simalungun dan Pematangsiantar.
BLK tersebut nantinya akan menyediakan pelatihan keterampilan gratis agar masyarakat memiliki kemampuan kerja lebih baik, memperluas peluang kerja, hingga mendorong lahirnya wirausaha baru.
Untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib, Disnaker Sumut menggandeng berbagai pihak seperti Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga sejumlah rumah sakit.
Menariknya, peringatan May Day tahun ini juga dirangkai dengan layanan publik gratis bagi masyarakat, seperti pembuatan SIM, STNK, KTP, donor darah, pemeriksaan kesehatan, hingga lucky draw.
“Intinya, kita ingin kegiatan ini berjalan lancar, kondusif, dan yang paling penting menghasilkan kesepahaman bersama untuk perbaikan ketenagakerjaan di Sumut,” tutup Yuliani.
Dengan konsep dialog dan program perlindungan nyata, May Day 2026 di Sumut diharapkan menjadi momentum baru: dari sekadar perayaan menjadi jalan menuju kesejahteraan pekerja.
Penulis: Dedy Hu