Ritual Menanda Tahun Digelar di Pakpak Bharat, Warga Serentak Tanam Padi Putih Usai Upacara Adat

Bagikan Artikel

PAKPAK BHARAT, Bonarinews.com – Keluarga besar Marga Berutu Lebbuh Kuta Kersik di Desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, menggelar ritual adat Menanda Tahun, sebuah tradisi budaya masyarakat Pakpak yang dilaksanakan menjelang musim tanam.

Ritual yang digelar pada Sabtu ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Pakpak untuk memohon izin dan keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar musim perladangan berjalan baik dan menghasilkan panen melimpah.

Tradisi Menanda Tahun sendiri merupakan ritual adat yang telah diwariskan turun-temurun dan masih terus dilestarikan oleh masyarakat Pakpak, khususnya oleh berbagai marga yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat.

Membaca Tanda Alam Lewat Ritual Adat

Dalam pelaksanaannya, ritual ini memiliki tahapan penting berupa pembacaan tanda-tanda alam melalui seekor ayam yang dipotong dan dibedah. Dari hasil pembacaan tersebut, seorang tetua adat atau sibaso kemudian menafsirkan pesan yang dipercaya sebagai petunjuk alam bagi masyarakat.

Petunjuk yang diperoleh biasanya berkaitan dengan jenis tanaman yang sebaiknya ditanam pada musim tersebut, serta berbagai pantangan dan aturan yang perlu dipatuhi masyarakat.

Selain itu, ritual ini juga memiliki makna penting dalam menjaga keselarasan antara manusia dan alam serta memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.

“Melalui ritual ini masyarakat dapat menentukan pola tanam secara serentak, sehingga lebih mudah mengantisipasi serangan hama dan menjaga keberhasilan panen,” jelas Esmer Berutu selaku persinabul, didampingi Ketua Panitia Pelaksana Asli Berutu.

Tahun Ini Tanam Page Mbentar

Dari hasil ritual yang dilaksanakan tahun ini, masyarakat memperoleh petunjuk untuk menanam page mbentar atau padi putih sebagai tanaman utama pada musim tanam kali ini.

“Tahun ini kita menanam page mbentar, itu sesuai petunjuk yang diperoleh saat upacara dilaksanakan,” ujar Esmer Berutu.

Hal menarik dari pelaksanaan ritual kali ini adalah adanya kegiatan menanam padi bersama yang dilakukan oleh seluruh undangan setelah upacara adat selesai.

Kegiatan tersebut dilakukan langsung di lokasi pelaksanaan ritual sebagai simbol dimulainya musim tanam bagi masyarakat setempat.

Pemerintah Dukung Pelestarian Budaya Pakpak

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Pakpak Bharat, Maringan Bancin, yang hadir mewakili Bupati Pakpak Bharat. Ia didampingi Camat Sitellu Tali Urang Julu, Kepala Desa Silima Kuta, serta jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Maringan Bancin menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat sangat mendukung upaya pelestarian budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

“Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan Pemerintah Pakpak Bharat dalam melestarikan budaya Pakpak,” ujarnya.

Ia juga berharap hasil tanam padi yang dimulai melalui ritual ini dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

“Hari ini kita melaksanakan upacara adat dan langsung menanam padi sesuai petunjuk tadi, page mbentar. Semoga hasilnya melimpah dan membawa rezeki serta kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Maringan.

Tradisi Menanda Tahun sendiri menjadi salah satu bukti kuat bagaimana masyarakat Pakpak masih menjaga nilai budaya, spiritualitas, serta kearifan lokal dalam mengelola alam dan kehidupan agraris mereka. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *