Sofyan Tan Soroti Nasib PTS: Jika PTN Gratis, KIP Kuliah Diusulkan Fokus ke Kampus Swasta

Bagikan Artikel

Medan, BONARINEWS – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menyoroti tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta (PTS) jika pemerintah menerapkan kebijakan kuliah gratis di perguruan tinggi negeri (PTN).

Menurut Sofyan Tan, kebijakan tersebut perlu diikuti skema yang tetap memberikan ruang bagi PTS untuk bertahan dan berkembang. Salah satu usulan yang disampaikannya adalah mengarahkan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa kurang mampu ke PTS.

Pernyataan itu disampaikan Sofyan Tan saat menjadi narasumber dalam Workshop Desain dan Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Hall STIE Eka Prasetya, Medan, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut digelar atas kerja sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan Komisi X DPR RI.

Sofyan Tan mengatakan PTS saat ini menghadapi tantangan karena keberlangsungan operasional kampus swasta masih banyak bergantung pada penerimaan uang kuliah mahasiswa.

“Hari ini PTS sedang menghadapi masa sulit. Jika pemerintah memberlakukan kuliah gratis untuk PTN, bagaimana nasib PTS? Oleh karena itu, usulan saya adalah jika PTN digratiskan oleh negara, maka kuota Program KIP Kuliah tidak boleh lagi diberikan kepada PTN, melainkan harus diperuntukkan seluruhnya untuk PTS,” tegasnya.

Ia menyebut sekitar 4,6 juta lulusan SMA dan SMK sederajat setiap tahun menghadapi keterbatasan daya tampung PTN. Menurut Sofyan Tan, daya tampung PTN saat ini sekitar 650 ribu mahasiswa.

Sebagian lulusan lainnya melanjutkan pendidikan ke PTS dan Universitas Terbuka. Namun, ia menyebut masih ada sekitar 3 juta anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sofyan Tan mengaitkan kondisi tersebut dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia yang menurutnya masih berada di kisaran 32 hingga 36 persen.

“Agar PTS bisa tetap hidup dan APK perguruan tinggi kita bisa melonjak naik di atas 32 persen, anggaran KIP Kuliah harus difokuskan 100 persen ke PTS. Kuota KIP Kuliah yang saat ini hanya sekitar 1 juta mahasiswa perlu ditingkatkan menjadi 2 juta mahasiswa khusus untuk kampus swasta. Dengan begitu, masyarakat kurang mampu dapat berkuliah di PTS secara gratis dan adil,” ujarnya.

Selain persoalan beasiswa, Sofyan Tan juga mendorong PTS memperkuat kualitas pendidikan melalui rekonstruksi kurikulum berbasis Outcome-Based Education atau OBE.

Menurut dia, PTS perlu memiliki keunggulan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Penguasaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kewirausahaan, serta keterampilan praktis lainnya dinilai perlu diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“PTS harus mampu menghasilkan lulusan yang inovatif, kreatif, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.

Sofyan Tan juga menyinggung perlunya dukungan pemerintah melalui alokasi beasiswa dan bantuan operasional bagi perguruan tinggi swasta. Di sisi lain, ia meminta PTS melakukan pembenahan internal agar mampu menghadapi perubahan dalam dunia pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja.

Workshop tersebut turut dihadiri perwakilan Kemendiktisaintek Aprias Nindi Saputri beserta tim, Pembina Yayasan Graha Eka Prasetya Darsen Song, Ketua Yayasan Susanto, S.Pd., S.T., M.M., serta Ketua STIE Eka Prasetya Dr. Sri Rezeki, S.E., M.Si.

Hadir pula narasumber Dr. Ade Gunawan, S.E., M.Si., Rahmat Widia Sembiring, Ph.D., dan moderator Dr. Afrizal, S.E., M.Si.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *