Medan, BONARINEWS.com – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya menjadikan momentum tersebut sebagai penguat sinergi antara pemerintah dan pekerja, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya berperan sebagai pembuat regulasi, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi para pekerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Panitia Perayaan May Day 2026 di Balai Kota Medan, Selasa (28/4/2026).
Ia menegaskan bahwa peringatan 1 Mei seharusnya menjadi pengingat penting mengenai jaminan keselamatan dan kesejahteraan buruh sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kota.
“Momentum 1 Mei tidak boleh hanya terjebak dalam seremoni tahunan, tetapi harus menjadi pengingat kuat akan pentingnya keselamatan dan kesejahteraan buruh,” ujar Rico Waas.
Dalam kesempatan tersebut, Rico juga menyoroti pelaksanaan May Day tahun sebelumnya yang lebih banyak diwarnai kegiatan hiburan. Untuk tahun ini, ia mendorong adanya perubahan konsep agar lebih seimbang antara kemeriahan dan makna substansi peringatan.
Ia berharap panitia dapat merancang kegiatan yang lebih matang dengan menonjolkan pesan kolaborasi antara pemerintah dan pekerja di tengah dinamika ekonomi global.
“Pesan utama yang harus hadir adalah pemerintah sebagai mitra buruh. Kita ingin komunikasi dan kolaborasi diperkuat agar tetap solid menghadapi dinamika global,” katanya.
Sementara itu, mewakili panitia, Antoni Pasaribu menyampaikan bahwa puncak peringatan May Day 2026 akan dipusatkan di Pardede Hall, Medan.
Ia juga mengapresiasi hubungan yang selama ini terjalin baik antara Pemerintah Kota Medan dengan serikat pekerja, termasuk dukungan dari Wali Kota Medan.
“Selama ini hubungan buruh dengan Pemko Medan berjalan baik. Kami berharap Wali Kota dapat hadir memberikan arahan dan dukungan kepada para buruh,” ujar Antoni.
Penulis: Dedy Hu