Medan, BONARINEWS – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II menggelar Gerakan Irigasi Bersih di Daerah Irigasi (D.I.) Sei Buluh, bagian dari sistem Daerah Irigasi Sei Ular, sebagai upaya menjaga keandalan jaringan irigasi yang menopang pelayanan air bagi sekitar 18.500 hektare lahan pertanian di Sumatera Utara.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dalam memastikan saluran irigasi tetap berfungsi optimal melalui pembersihan jaringan, pemeliharaan lingkungan sekitar saluran, serta penguatan partisipasi masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk menjamin kelancaran distribusi air sekaligus menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air.
Daerah Irigasi Sei Ular merupakan salah satu sistem irigasi strategis di Sumatera Utara. Di dalamnya terdapat sejumlah sub daerah irigasi, termasuk D.I. Sei Buluh, yang berperan mendukung kebutuhan air bagi ribuan hektare areal pertanian.
Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air BBWS Sumatera II, Indra Kurnia, mengatakan kebersihan jaringan irigasi menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran pelayanan air kepada masyarakat, terutama petani.
“Gerakan Irigasi Bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kita bersama untuk menjaga jaringan irigasi agar tetap berfungsi dengan baik. Kebersihan saluran sangat berpengaruh terhadap kelancaran aliran air, sehingga pemeliharaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat pengguna air,” ujar Indra.
Menurut dia, pemeliharaan jaringan irigasi tidak dapat hanya mengandalkan petugas operasi dan pemeliharaan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah maupun material lain ke saluran irigasi menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aliran air.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga saluran irigasi. Jangan membuang sampah ke dalam saluran dan mari kita jaga lingkungan di sekitar jaringan irigasi. Dengan kondisi jaringan yang bersih dan terpelihara, distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, Gerakan Irigasi Bersih menjadi upaya membangun budaya pemeliharaan infrastruktur secara bersama. Keberhasilan pengelolaan irigasi, menurut BBWS Sumatera II, bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, petugas operasi dan pemeliharaan, serta masyarakat sebagai pengguna manfaat.
BBWS Sumatera II selama ini juga terus memperkuat layanan irigasi melalui berbagai program peningkatan jaringan, termasuk Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP). Program tersebut mencakup sejumlah sub daerah irigasi dalam sistem D.I. Sei Ular, seperti D.I. Ramonia, Perbaungan, Pulau Gambar, Timbang Deli, Buluh, Sumber Rejo Baru, dan Sumber Rejo.
Melalui Gerakan Irigasi Bersih, BBWS Sumatera II berharap kondisi jaringan irigasi tetap terpelihara sehingga distribusi air ke lahan pertanian berlangsung lebih andal. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di Sumatera Utara.
“Kita ingin membangun budaya pemeliharaan bersama. Infrastruktur yang sudah dibangun harus dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Karena itu, kami mengharapkan dukungan masyarakat agar jaringan irigasi tetap bersih, aman, dan dapat memberikan manfaat bagi para petani,” pungkas Indra.
Penulis: Dedy Hutajulu