MEDAN, BONARINEWS — PT Pegadaian Kanwil I Medan memperkuat koordinasi dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumatera Utara. Audiensi yang digelar di Medan tersebut membahas penguatan sistem pengamanan objek vital, aset, serta aktivitas operasional Pegadaian di wilayah Sumatera Utara.
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi yang lebih erat antara Pegadaian dan kepolisian, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan terhadap aset dan kegiatan perusahaan.
Audiensi dihadiri Direktur Pamobvit Polda Sumut Kombes Pol Ramses Tampubolon, Kasubdit Waster AKBP Samsul Siregar, Kasubdit Audit AKBP Yudi Atnis, serta Kasubdit VIP AKBP Zoni Efendi.
Dari jajaran Pegadaian Kanwil I Medan hadir Pemimpin Wilayah Yohanis Wulang, Kepala Departemen Logistik Andya Fauzi, Legal Officer Zulkifli, serta Kabag Humas dan Protokoler Febrian Mega Putra.
Pengamanan Tak Cukup Menunggu Gangguan
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah langkah untuk memperkuat sistem pengamanan dan koordinasi. Pembahasan diarahkan pada upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif sehingga kegiatan operasional Pegadaian dapat berjalan tanpa gangguan.
Direktur Pamobvit Polda Sumut Kombes Pol Ramses Tampubolon mengatakan pengamanan objek vital membutuhkan sinergi antara kepolisian dan pengelola objek vital.
Menurut dia, komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara berkala penting untuk membaca potensi gangguan sejak awal dan menentukan langkah pengamanan yang tepat.
“Sinergi dan komunikasi harus terus dibangun. Dengan koordinasi yang baik, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih awal sehingga kegiatan operasional dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Ramses.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi sistem pengamanan secara berkala. Evaluasi tersebut mencakup pemetaan potensi risiko dan peningkatan kesiapsiagaan untuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan.
Dengan pendekatan preventif, pengamanan tidak hanya dilakukan ketika gangguan sudah terjadi, tetapi dimulai dari upaya mengenali titik rawan dan menyiapkan langkah antisipasi.
Pegadaian Perkuat Keamanan Aset dan Pelayanan
Bagi Pegadaian, keamanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan operasional perusahaan. Aset perusahaan, karyawan, serta nasabah membutuhkan sistem pengamanan yang dapat memberikan rasa aman dalam setiap aktivitas pelayanan.
Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil I Medan Yohanis Wulang mengatakan audiensi dengan Ditpamobvit Polda Sumut merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan koordinasi di bidang keamanan.
“Kami menyampaikan apresiasi atas sambutan dan sinergi yang diberikan Ditpamobvit Polda Sumut. Bagi Pegadaian, aspek keamanan merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat dan keberlangsungan operasional perusahaan,” kata Yohanis.
Menurut Yohanis, Pegadaian terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan keamanan aset perusahaan, karyawan, maupun nasabah.
Keamanan menjadi semakin penting karena aktivitas Pegadaian bersentuhan langsung dengan masyarakat dan melibatkan pengelolaan aset serta layanan keuangan yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi.
Membangun Rasa Aman bagi Nasabah
Audiensi antara Pegadaian Kanwil I Medan dan Ditpamobvit Polda Sumut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan kelembagaan. Komunikasi yang telah dibangun diharapkan berlanjut dalam bentuk koordinasi dan langkah-langkah preventif di lapangan.
Bagi masyarakat, sistem pengamanan yang kuat bukan hanya soal menjaga aset perusahaan. Lebih jauh, keamanan merupakan bagian dari kualitas pelayanan.
Nasabah yang datang ke kantor Pegadaian membutuhkan lingkungan yang aman dan nyaman. Karyawan juga membutuhkan kepastian bahwa mereka dapat menjalankan tugas tanpa dihantui potensi gangguan keamanan.
Karena itu, sinergi antara pengelola objek vital dan kepolisian menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas perusahaan.
Pegadaian Kanwil I Medan dan Ditpamobvit Polda Sumut pun berkomitmen memperkuat komunikasi, meningkatkan kewaspadaan, serta melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan secara berkala.
Di tengah aktivitas bisnis yang terus bergerak, keamanan tidak dapat ditempatkan sebagai urusan tambahan. Ia menjadi fondasi agar pelayanan tetap berjalan, aset terlindungi, dan masyarakat merasa aman.
Penulis: Dedy Hutajulu