Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Beri 14.237 Teguran kepada Pengendara

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS – Polda Sumatera Utara mencatat 15.815 kegiatan teguran dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas selama sepuluh hari pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026. Dari jumlah tersebut, teguran kepada pengendara mendominasi dengan 14.237 tindakan.

Data Polda Sumut juga mencatat 1.345 penindakan melalui tilang manual dan 233 penindakan menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile. Sementara itu, penindakan melalui ETLE Statis belum tercatat.

Dominasi teguran menunjukkan pendekatan edukatif menjadi salah satu fokus operasi. Pengendara diingatkan untuk memperbaiki perilaku berkendara dan memahami pentingnya mematuhi aturan demi keselamatan di jalan raya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, Operasi Patuh Toba 2026 dilaksanakan melalui kombinasi edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum.

“Penegakan hukum tetap dilaksanakan, tetapi kami juga mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis. Melalui teguran, masyarakat diingatkan untuk memperbaiki perilaku berkendara sehingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tumbuh dari kesadaran, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi,” ujar Ferry di Medan, Kamis.

Menurut dia, edukasi keselamatan berlalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penindakan di jalan. Personel juga memberikan penyuluhan kepada pelajar dan orang tua, serta melakukan sosialisasi di terminal, pasar, kampus, kawasan industri, dan perkantoran.

Sosialisasi turut menyasar pengemudi ojek daring, kurir, komunitas kendaraan bermotor, dan pengemudi angkutan. Materi yang disampaikan antara lain kewajiban menggunakan helm berstandar SNI dan sabuk pengaman, larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta bahaya melawan arus dan melampaui batas kecepatan.

Pada aspek pencegahan, Polda Sumut mengintensifkan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli di titik-titik rawan kecelakaan maupun pelanggaran. Pemantauan kondisi jalan, rambu, dan marka juga dilakukan dengan melibatkan koordinasi bersama instansi terkait.

Ferry menegaskan, banyaknya teguran dan penindakan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan operasi. Menurut dia, perubahan perilaku dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengutamakan keselamatan jauh lebih penting.

“Kami ingin masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Jangan menunggu ada petugas atau operasi baru tertib berlalu lintas,” katanya.

Operasi Patuh Toba 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Polda Sumut mengajak masyarakat mendukung operasi tersebut dengan mematuhi rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menghindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *