Mikhael Febrian Raih Emas Pertama SOIna Sumut di PESONAS II Kupang

Bagikan Artikel

KUPANG, BONARINEWS – Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Utara meraih medali emas pertama dalam Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Emas tersebut dipersembahkan Mikhael Febrian Hutahaean dari cabang bocce nomor tunggal putra setelah menundukkan atlet Aceh dengan skor 2–1.

Pertandingan berlangsung ketat hingga babak ketiga. Mikhael unggul 1–0 pada babak pertama, tetapi lawannya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1–1 pada babak kedua. Pada babak penentuan, Mikhael kembali menunjukkan performa terbaiknya dan memastikan kemenangan bagi Sumatera Utara.

Medali ini menjadi pencapaian penting bagi kontingen Sumatera Utara. Di cabang bocce, provinsi tersebut hanya mengirimkan satu atlet. Mikhael, atlet penyandang Down syndrome, mampu menjawab tantangan itu dengan membawa pulang medali emas.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kesempatan dan pembinaan yang mendukung atlet disabilitas untuk mengembangkan kemampuan serta berkompetisi di tingkat nasional.

Medali emas pertama untuk SOIna Sumut

Atletik Tambah Perak dan Perunggu

Selain emas dari bocce, kontingen Sumatera Utara juga memperoleh dua medali dari cabang atletik. Gerardus Sarman Manik meraih medali perak pada nomor lari 100 meter putra dan medali perunggu pada nomor lompat jauh.

Dengan hasil tersebut, SOIna Sumatera Utara telah mengumpulkan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu hingga laporan ini disusun.

Perolehan medali itu menjadi modal bagi kontingen untuk melanjutkan perjuangan dalam pertandingan berikutnya. Sejumlah peluang masih terbuka dari cabang renang, senam, atletik, dan bulutangkis.

Peluang Menambah Medali Masih Terbuka

Perjuangan atlet SOIna Sumatera Utara belum berakhir. Kontingen masih berpeluang menambah medali pada hari terakhir pertandingan PESONAS II 2026.

Dukungan masyarakat diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para atlet untuk memberikan penampilan terbaik. Hasil yang diraih Mikhael dan Gerardus menjadi pengingat bahwa prestasi atlet disabilitas layak mendapat ruang, dukungan, dan apresiasi.

Bagi kontingen Sumatera Utara, satu medali emas menjadi awal yang membanggakan, sementara setiap pertandingan merupakan kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.

PESONAS II 2026 di Kupang menjadi panggung bagi para atlet untuk berkompetisi, membangun kepercayaan diri, dan memperlihatkan bahwa kesempatan yang setara dapat membuka jalan menuju prestasi.

SOIna Sumatera Utara berharap perjuangan pada hari terakhir kembali menghasilkan tambahan medali dan membawa kebanggaan bagi daerah.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *