MEDAN, BONARINEWS — Beberapa pekan menjelang berlaga di Pekan Olahraga Nasional Special Olympics (Pesonas) 2026, para atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Utara terus mematangkan persiapan. Mereka akan membawa nama Sumatera Utara ke Nusa Tenggara Timur pada Oktober mendatang.
Persiapan itu turut mendapat dukungan dari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Rico menerima pengurus SOIna Sumut, atlet, pelatih, dan perwakilan orang tua atlet di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Balai Kota, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan kontingen sebelum bertolak ke NTT. Pesonas 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 14 Oktober.
Sejumlah atlet asal Kota Medan yang akan memperkuat kontingen Sumut juga diperkenalkan dalam pertemuan itu. Mereka antara lain Zidan yang mengikuti atletik dan renang, Eliakim pada bulu tangkis, Abbas pada renang, Mika Hutahaean pada bocce, serta Jhon pada atletik.
Ketua SOIna Sumut Agus Sinaga mengatakan dukungan dari pemerintah daerah menjadi tambahan motivasi bagi atlet yang tengah menjalani persiapan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Medan yang telah berkenan menerima pengurus SOIna Sumut dan anak-anak peserta lomba. Kami berharap doa dan dukungan beliau menjadi semangat bagi anak-anak untuk meraih prestasi di Pesonas NTT,” ujar Agus.
Menurut Agus, para atlet tidak hanya disiapkan untuk menghadapi pertandingan, tetapi juga terus menjalani pembinaan agar mampu tampil optimal sesuai cabang olahraga masing-masing.
Dewan Penasehat SOIna Sumut Syaiful Syafri mengatakan persiapan perlu dilakukan secara serius karena Pesonas dapat menjadi salah satu tahapan bagi atlet untuk berkembang ke level yang lebih tinggi.
“Para pelatih harus benar-benar mempersiapkan peserta dengan baik. Prestasi di tingkat nasional menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menuju kejuaraan internasional,” kata Syaiful.
Ia menyebut atlet yang meraih prestasi di Pesonas 2026 berpeluang mengikuti kejuaraan internasional yang direncanakan berlangsung di Amerika Serikat pada 2028.
Bagi para atlet, perjalanan menuju NTT bukan hanya soal mengejar medali. Kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan setelah menjalani proses latihan dan pembinaan.
Karena itu, persiapan kontingen SOIna Sumut terus diarahkan pada aspek fisik, teknik, dan mental. Pelatih dan pengurus juga melibatkan orang tua dalam proses pendampingan atlet.
Keikutsertaan atlet dengan disabilitas intelektual di ajang nasional seperti Pesonas juga membuka ruang yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi melalui olahraga.
Dengan waktu menuju pertandingan yang semakin dekat, kontingen SOIna Sumut kini memusatkan perhatian pada latihan dan kesiapan bertanding. Targetnya sederhana: datang ke NTT dengan persiapan matang dan memberikan penampilan terbaik.
Penulis: Dedy Hutajulu