Manulife Salurkan Bantuan ke SLB-E Negeri Pembina Sumut, Kepala Sekolah Beri Ulos sebagai Tanda Terima Kasih

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS.com – Kepedulian terhadap pendidikan inklusif kembali ditunjukkan oleh Manulife yang menyalurkan bantuan kepada siswa-siswi SLB-E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Kamis 8 Mei 2026. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan pendidikan dan keterampilan bagi anak berkebutuhan khusus.

Dalam kegiatan seremonial penyerahan bantuan, suasana hangat dan penuh apresiasi terasa di lingkungan sekolah. Kepala SLB-E Negeri Pembina Sumut Mardi Panjaitan menyampaikan ucapan terima kasih dengan cara yang sarat makna budaya.

Sebagai bentuk penghargaan, pihak sekolah menyerahkan stola berbahan ulos kepada tim Manulife. Simbol tersebut menjadi ungkapan terima kasih sekaligus penghormatan atas kepedulian yang diberikan kepada dunia pendidikan khusus.

Setelah prosesi simbolis, rombongan Manulife Care Humanity diajak berkeliling sekolah untuk melihat langsung aktivitas pembelajaran vokasional siswa. Mereka mengunjungi sejumlah ruang praktik, mulai dari ruang teknologi informasi, ruang karya kayu, ruang busana, hingga ruang boga.

Di ruang boga, bantuan berupa oven dari Manulife tampak telah dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa dalam kegiatan praktik memasak. Di ruangan itu pula, suasana kebersamaan terbangun ketika tamu disuguhi makan siang dan cake hangat hasil karya siswa.

Interaksi tersebut menghadirkan kesan tersendiri, bukan hanya bagi para tamu, tetapi juga bagi siswa yang menunjukkan keterampilan mereka di bidang tata boga. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana fasilitas pendukung dapat menjadi ruang pembelajaran yang nyata dan produktif.

Pihak sekolah menilai dukungan yang diberikan tidak hanya berdampak pada pemenuhan sarana, tetapi juga memberi dorongan moral bagi siswa untuk terus berkembang, mandiri, dan percaya diri.

Manulife sendiri melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif yang memberi ruang setara bagi seluruh anak untuk belajar dan berkarya.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha dan pendidikan dalam memperkuat ekosistem pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan berkelanjutan di Sumatera Utara.

Penulis: Raisya Azwina Meidy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *