PERDAGANGAN, BONARINEWS.com – Persoalan pungutan liar, pengangguran, hingga kondisi infrastruktur jalan menjadi sorotan utama dalam kegiatan Dialog Rakyat Kota Perdagangan yang digelar Kamis 7 Mei 2026. Forum ini mempertemukan masyarakat dengan para pemangku kebijakan untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima, buruh, mahasiswa, hingga pemuda. Suasana dialog berlangsung terbuka dan interaktif dengan berbagai keluhan yang mencuat dari warga.
Sejumlah tokoh turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Sugiarto, Lamhot Samosir, serta mantan anggota DPRD Simalungun Binton Tindaon dan Lindung Samosir. Dialog dipandu oleh Chrysmon Wifandy Gultom.
Dalam forum tersebut, Chrysmon menyoroti berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat, termasuk dugaan pungli di sektor pendidikan, lapangan kerja, hingga usaha kecil.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber yang mau berdialog langsung dengan masyarakat.
Sementara itu, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan pentingnya kawasan ekonomi seperti KEK Sei Mangkei memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam penyediaan lapangan kerja.
Ia juga menegaskan bahwa praktik pungli tidak dapat dibenarkan di sektor mana pun, baik swasta maupun pemerintahan.
Doli meminta masyarakat untuk menyampaikan bukti apabila terdapat dugaan pungli agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan provinsi.
Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto, juga menyoroti persoalan yang dihadapi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima, termasuk terkait dugaan pungutan liar dan kondisi infrastruktur jalan yang rusak.
Ia meminta masyarakat mencatat titik-titik jalan yang membutuhkan perbaikan agar dapat diperjuangkan bersama.
Sementara itu, Binton Tindaon menekankan pentingnya keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal, dengan harapan KEK Sei Mangkei dapat membuka peluang kerja yang lebih besar bagi masyarakat Perdagangan.
Dialog juga menyinggung dampak pengangguran yang dinilai berkontribusi terhadap persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba.
Di akhir kegiatan, masyarakat berharap hasil Dialog Rakyat ini tidak berhenti sebagai forum seremonial, tetapi benar-benar ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan.
Penulis: Redaksi