Oleh: Tetty Petty Sinaga
19 Oktober 2022
Sejak kepergianmu, Pak,
kukira tak ada lagi yang harus kuperjuangkan.
Tak ada lagi tanggung jawab yang memanggilku pulang.
Bahkan kota ini terasa kehilangan alasan
untuk kutinggali.
Namun ternyata aku keliru.
Kini, Sipudan menjadi alasanku.
Alasan untuk tetap bertahan.
Alasan untuk terus berjuang.
Alasan untuk memikul tanggung jawab
yang dahulu kau emban dengan penuh kasih.
Pak, tahukah?
Sipudan sudah pandai membuat rantangan.
Sudah marladang.
Sudah marsalon.
Bahkan sudah marbotot.
Melihatnya tumbuh,
aku seperti melihat semangatmu
yang tak pernah benar-benar pergi.
Aku percaya,
selama Tuhan Yesus menyertai langkah kami,
keluarga ini akan tetap dipersatukan.
Doakan kami dari rumah Bapa di surga, Pak.
Agar kami setia menjaga warisan kasih
yang Bapak dan Mama tinggalkan.
Agar kami tetap saling menguatkan.
Dan agar kami terus menjadi anak-anak
yang hidup dalam takut akan Tuhan.
Amin.