Kemenpora Dukung SOIna Sukseskan Pesonas Kupang 2026, Atlet Disabilitas Siap Tembus Panggung Dunia

Bagikan Artikel

JAKARTA, BONARINEWS – Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan dukungan penuh terhadap Special Olympics Indonesia (SOIna) dalam menyukseskan Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) 2026 di Kupang serta persiapan menuju Special Olympics World Games (SOWG) 2027 di Santiago, Chile.

Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi antara Kemenpora dan pengurus SOIna di Wisma Kemenpora, Rabu (10/6/2026). Pertemuan ini turut membahas tantangan pendanaan serta strategi penguatan pembinaan atlet disabilitas intelektual di Indonesia.

Asisten Deputi Olahraga Layanan Kemenpora, Dadi Surjadi, menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak olahraga bagi penyandang disabilitas tetap terpenuhi, termasuk akses pembinaan dan kompetisi yang layak.

“Namun untuk disabilitas kami selalu memperhatikannya,” ujar Dadi.

Ia menambahkan bahwa meski Kemenpora tengah melakukan transformasi birokrasi, perhatian terhadap olahraga disabilitas tetap menjadi prioritas utama.

Dari pihak SOIna, Direktur Operasional PP SOIna, Amran Siregar, memaparkan kesiapan pelaksanaan Pesonas 2026 yang akan digelar di Kupang. Saat ini, sekitar 1.300 atlet dari 23 provinsi telah menyatakan minat untuk berpartisipasi.

Selain itu, Indonesia juga tengah mempersiapkan 69 atlet terbaik untuk berlaga di SOWG Santiago 2027, ajang olahraga disabilitas tingkat dunia.

Namun, Amran mengungkapkan bahwa tantangan utama saat ini adalah keterbatasan pendanaan. Kebutuhan biaya untuk penyelenggaraan Pesonas maupun keberangkatan delegasi internasional masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Karena itu, SOIna mendorong kolaborasi lebih luas, baik dengan pemerintah maupun sektor swasta, termasuk memanfaatkan jejaring Kemenpora untuk memperkuat dukungan pendanaan.

Menanggapi hal tersebut, Kemenpora menyatakan siap memberikan dukungan dan membantu koordinasi agar agenda besar tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kemenpora selalu memberikan bantuan, dukungan untuk kegiatan olahraga. Meski sulit, hak atlet difabilitas intelektual untuk berlomba mesti dipenuhi,” tegas Dadi.

Dukungan ini diharapkan menjadi dorongan penting bagi keberhasilan Pesonas Kupang 2026 sekaligus memperkuat kesiapan Indonesia menuju panggung dunia di SOWG Santiago 2027.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *