Jalan Baru 170 Meter, Warga Dusun V Namobintang Menanti Perbaikan Lanjutan

Bagikan Artikel

DELI SERDANG, BONARINEWS – Beton baru sepanjang sekitar 170 meter mengubah sebagian wajah jalan di Dusun V, Desa Namobintang, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Warga mulai merasakan akses yang lebih baik, tetapi perbaikan itu belum menjawab persoalan mereka sepenuhnya.

Masih ada lebih dari satu kilometer ruas jalan di kawasan tersebut dalam kondisi rusak parah. Jalan itu menjadi akses harian bagi warga Perumahan Milala Rumah Tengah Blok PQRST dan masyarakat sekitar.

Karena itu, gotong-royong yang dilakukan warga, Minggu (9/8/2026), bukan sekadar kegiatan menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Warga membersihkan parit dan saluran air di sepanjang jalan permukiman sembari kembali menyuarakan harapan agar perbaikan jalan dilanjutkan.

Sejak pukul 2 sore, warga membabat rumput, mengangkat sampah, tanah, dan material lain yang menyumbat saluran air. Dengan peralatan seadanya, mereka bekerja bersama membersihkan lingkungan yang menjadi ruang hidup mereka sehari-hari.

Bagi Efrata Tarigan, salah seorang warga setempat, kegiatan semacam itu bukan hal baru. Warga hampir setiap tahun melakukan gotong royong secara swadaya. Namun, menurut dia, persoalan jalan membutuhkan lebih dari sekadar gotong royong.

“Jalan ini setiap hari dilintasi lebih dari 700 kepala keluarga. Ada ibu hamil, lansia, dan anak-anak sekolah yang harus melewati jalan ini,” jelas Efrata.

Perbaikan sekitar 170 meter jalan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang membuat warga merasakan perubahan. Jalan yang sebelumnya rusak kini lebih mudah dilalui. Perubahan itu pula yang membuat warga berharap perbaikan tidak berhenti pada ruas yang telah dibeton.

“Warga begitu antusias mengikuti gotong royong ini karena sudah ada perhatian pemerintah atas perbaikan jalan, walaupun baru sekitar 170 meter,” imbuh Efrata.

Harapan tersebut sebelumnya telah disampaikan warga dalam pertemuan dengan Camat Pancurbatu Fery Sepnanda Ginting di Kantor Kecamatan Pancurbatu pada 11 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, warga meminta pemerintah memperhatikan jalan yang selama bertahun-tahun menjadi akses utama mereka.

Persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kenyamanan. Warga mengkhawatirkan kondisi jalan berdampak pada keselamatan dan aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak sekolah, lansia, dan ibu hamil.

“Banyak yang memuji kami karena mau bergotong royong. Tapi sebenarnya kami tidak butuh pujian itu. Kami butuh jalan yang layak, Pak Camat,” kata Efrata dalam pertemuan saat itu.

“Supaya anak-anak kami tidak menjadi korban, dan ibu-ibu hamil tidak lagi keguguran karena jalan rusak. Itu saja harapan kami,” ungkapnya.

Camat Pancurbatu Fery Sepnanda Ginting mengatakan pemerintah memahami keluhan tersebut. Namun, ada persoalan administratif yang perlu diselesaikan sebelum pemerintah dapat mengambil langkah pembangunan.

Menurut Fery, status jalan di kawasan perumahan itu perlu dipastikan terlebih dahulu. Pemerintah perlu mengetahui apakah fasilitas umum dan jalan tersebut telah diserahkan oleh pengembang kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

“Kita perlu penjelasan dari pihak developer. Apakah jalan itu sudah diserahkan ke pemerintah kabupaten atau belum. Selama belum ada penyerahan fasilitas umum, pemerintah tidak berani membangun karena bisa menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelas Fery.

Pihak kecamatan telah mengundang pengembang dalam pertemuan tersebut. Namun, pengembang tidak hadir.

“Saya berharap developer datang supaya bisa kita bicarakan bersama. Tapi karena tidak hadir, diskusi kita hari ini hanya di antara kita saja,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah kecamatan menyampaikan rencana untuk mengusulkan pembangunan jalan melalui perencanaan pemerintah daerah. Rencana awal yang disampaikan berupa pembangunan jalan selebar lima meter dengan panjang sekitar 700 meter.

Fery meminta warga ikut mengawal proses tersebut. Menurut dia, dukungan masyarakat diperlukan jika persoalan dengan pihak pengembang muncul setelah pembangunan dilakukan.

“Soal developer, kalau nanti ada komplain di kemudian hari, akan kita hadapi bersama. Warga harus berdiri mendukung kami,” katanya.

Warga menyatakan siap mendukung langkah pemerintah.

“Kami siap berdiri di garda terdepan,” jawab warga secara serentak.

Persoalan jalan rusak di Dusun V juga bukan perkara yang baru muncul. Warga telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada berbagai pihak. Kondisi jalan bahkan sempat menjadi perhatian di media sosial setelah video mengenai kerusakan jalan beredar di Facebook, TikTok, dan Instagram.

Sejumlah media massa juga telah memberitakan persoalan tersebut. Perbaikan 170 meter jalan kemudian menjadi perkembangan yang disambut baik warga.

Akan tetapi, bagi mereka, pekerjaan itu baru awal.

“Semoga dengan melihat antusiasme warga ini, pemerintah kiranya dapat melanjutkan perbaikan jalan sekitar 400 meter lagi,” kata Efrata.

Warga lainnya, Uki Singarimbun, memandang gotong royong sebagai bentuk kegigihan warga menjaga lingkungan sekaligus menyampaikan aspirasi pembangunan.

“Gotong royong warga Dusun V yang baru kami laksanakan ini merupakan bentuk kerinduan warga dari dalam lubuk hati agar desa bisa peduli dan ikut serta membangun,” ungkap Uki.

Uki berharap warga Dusun V dapat menikmati pembangunan yang layak seperti masyarakat di wilayah lain.

“Dusun V ingin merdeka dan merasakan keadilan sosial yang adil dan beradab,” katanya.

Sementara itu, Joel Saragih berharap perbaikan jalan segera dilanjutkan.

“Supaya bagus jalan kita ini. Semoga Pak Bupati segera memperbaiki jalan kami ini,” pungkas Joel.

Bagi warga Dusun V, gotong royong menjelang peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang membersihkan parit. Di tengah jalan yang sebagian mulai mulus dan sebagian lainnya masih rusak, kegiatan itu menjadi cara warga merawat lingkungan sekaligus mengingatkan pemerintah bahwa kebutuhan mereka belum selesai.

Kini, setelah merasakan manfaat dari 170 meter jalan yang telah dibeton, warga menunggu kelanjutan perbaikan pada ruas-ruas yang masih rusak.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *