Hari Bakti Pendamping Desa 2026 Jadi Momentum Evaluasi Pengabdian Satu Dekade

Bagikan Artikel

LANGKAT, BONARINEWS — Peringatan Hari Bakti Pendamping Desa 2026 menjadi momentum bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk mengevaluasi peran mereka setelah 10 tahun mendampingi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Pesan itu disampaikan Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) KemendesPDT Provinsi Sumatera Utara, Sidik Suyatno, saat membuka peringatan Hari Bakti Pendamping Desa tingkat Sumatera Utara di Objek Wisata Pemandian Alam Lau Bultak, Desa Telaga, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung hingga 11 Oktober 2026 tersebut diikuti lebih dari 280 TPP dari 27 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan konsep kemah bersama untuk memperkuat kebersamaan dan komunikasi antarpendamping desa.

Sidik mengingatkan, peringatan yang menandai satu dekade pengabdian TPP itu tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial. Menurut dia, momentum tersebut perlu digunakan untuk menilai sejauh mana pendamping desa telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam mendukung pembangunan di tingkat desa.

“Peringatan Hari Bakti Pendamping Desa di tahun 2026 ini jangan hanya kita jadikan sebatas kegiatan seremonial. Sebab ini harus menjadi sarana evaluasi, apakah kita selaku TPP telah benar-benar menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai pendamping desa. Artinya, mari kita tanya diri kita sendiri, apakah pendamping desa memang masih dibutuhkan perannya,” ujar Sidik.

Ia juga mengapresiasi inisiatif TPP Kabupaten Langkat yang menggagas kegiatan tersebut, serta partisipasi para pendamping dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Sidik mengatakan, pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan kegiatan diupayakan secara bersama-sama tanpa paksaan kepada peserta.

“Saya apresiasi kawan-kawan TPP Kabupaten Langkat, karena merekalah yang menggagas acara ini. Saya juga apresiasi semangat dan partisipasi kawan-kawan TPP semua, karena seluruh biaya dan kebutuhan fasilitas kita upayakan bersama. Bahkan tidak ada pemaksaan dan tidak ada pula ajakan khusus untuk ikutserta,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Peringatan Hari Bakti Pendamping Desa X/2026 tingkat Sumatera Utara, Deni Perlindungan Munthe, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang diperingati setiap 7 Oktober. Peringatan ini telah berlangsung sejak 2016.

Deni, yang didampingi Wakil Ketua Panitia Ervan Leo dan Bendahara Hikmatus Syahla, mengatakan kegiatan tahun ini dirancang untuk mempererat hubungan antar-TPP sekaligus membuka ruang komunikasi dan diskusi di antara para pendamping desa.

Rangkaian kegiatan meliputi apel kebersamaan, doa bersama, diskusi antar-TPP, hiburan, malam keakraban, kuis berhadiah, serta berbagai lomba dan permainan edukatif melalui kegiatan outbound.

Sejumlah perwakilan pendamping desa turut hadir, antara lain Koordinator TAPM Kabupaten Langkat Rendi Ardian bersama TAPM Hardi Junata dan Aris Fadillah. Peserta lainnya terdiri atas koordinator dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat tingkat kabupaten/kota, Pendamping Desa, serta Pendamping Lokal Desa dari 27 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Setelah satu dekade berjalan, peringatan Hari Bakti Pendamping Desa menjadi pengingat bagi para pendamping untuk meninjau kembali kontribusi mereka di tengah dinamika pembangunan desa. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan manfaat pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan keberadaan TPP tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.

Penulis: Andi Arya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *