Dairi, BONARINEWS.com – Ancaman peredaran narkoba di Kabupaten Dairi kini memasuki fase yang disebut semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Dairi bersama DPRD Komisi I turun langsung melakukan audiensi dengan Polres Dairi untuk merumuskan langkah konkret dalam penanganan darurat narkoba yang dinilai sudah mengarah pada ancaman serius bagi generasi muda.
Pertemuan yang digelar di Ruang Perjamuan Mapolres Dairi, Senin (27/4/2026), dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Agel Siregar bersama jajaran DPRD Komisi I yang dipimpin Bona Sitindaon. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Wakapolres Dairi Kompol Diarma Munthe.
Dalam pembahasan tersebut, salah satu temuan yang mencuri perhatian adalah kasus seorang warga yang tertangkap menanam ganja di kebun pribadi, yang menjadi sinyal kuat bahwa peredaran narkoba telah masuk hingga ke level akar rumput masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kasus biasa. Menurut Agel Siregar, dampak narkoba sudah mengancam masa depan generasi muda, terutama pelajar yang menjadi kelompok paling rentan terpapar.
Ia menekankan bahwa penanganan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, aparat penegak hukum, hingga masyarakat di tingkat desa.
Salah satu langkah yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah penguatan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan sekolah. Edukasi dini dinilai menjadi benteng utama untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, rencana pelaksanaan tes urine secara acak di kalangan pelajar juga mulai dibahas sebagai langkah preventif untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan sejak dini.
Penguatan sistem keamanan lingkungan atau siskamling juga kembali dihidupkan dari tingkat dusun hingga kecamatan. Langkah ini dianggap penting untuk mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkoba yang semakin masif.
Ketua Komisi I DPRD Dairi, Bona Sitindaon, bersama Wakil Ketua Togar Pasaribu dan Juangga Silaban, menyoroti bahwa meningkatnya peredaran narkoba juga berkorelasi dengan naiknya angka kriminalitas di daerah.
Menurut mereka, pengawasan berbasis masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun sistem pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, pihak Polres Dairi melalui Wakapolres Kompol Diarma Munthe menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat langkah penindakan sekaligus pencegahan terhadap peredaran narkoba di wilayah hukum Dairi.
Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal gerakan terpadu lintas sektor dalam memerangi narkoba, dengan fokus utama pada perlindungan generasi muda agar tetap bersih, sehat, dan berdaya saing di masa depan.
Penulis: Dedy Hu