MEDAN, BONARINEWS – Pembagian rapor akhir semester di MIS Al Fathin Belawan, Kota Medan, Sabtu (20/6/2026), menghadirkan cerita menarik. Sekolah tidak hanya memberikan penghargaan kepada siswa dengan nilai akademik terbaik, tetapi juga mengapresiasi siswa yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan menabung sampah.
Momen pembagian rapor tersebut menjadi bukti bahwa prestasi siswa tidak selalu dilihat dari angka di buku hasil belajar. MIS Al Fathin Belawan memberikan penghargaan kepada siswa yang menunjukkan karakter positif melalui kepedulian menjaga kebersihan lingkungan.
Guru MIS Al Fathin Belawan, Nia Ananda mengatakan, reward diberikan kepada siswa yang berhasil menjadi juara kelas maupun siswa yang aktif mengikuti program Bank Sampah ASRI (Al-Fathin Sehat Rapi Indah).
“Hari ini kami membagikan rapor kepada siswa. Anak-anak yang juara kelas mendapatkan reward dari sekolah yang diserahkan oleh wali kelas. Selain itu, kami juga memberikan penghargaan kepada anak-anak yang rajin membawa sampah dari rumah untuk dikumpulkan,” ujar Nia.
Menurutnya, terdapat siswa yang menerima penghargaan meski tidak meraih juara kelas. Mereka mendapatkan reward karena memiliki kebiasaan baik dalam memilah dan menyetor sampah.

“Kebetulan ada juga anak yang tidak juara kelas tetapi mendapatkan reward karena menjadi penyetor sampah terbaik. Jadi juara itu bukan hanya dari nilai akademis saja. Prestasi juga bisa didapatkan dari kebiasaan baik, salah satunya peduli terhadap lingkungan,” jelas Nia.
Lima siswa yang mendapatkan penghargaan karena rajin menabung sampah melalui Bank Sampah ASRI yaitu Nadhifa dari kelas 5B, Razqa kelas 5B, Citra kelas 5A, Rafif kelas 3A, dan Kindi kelas 2B.
Para siswa tersebut menerima reward berupa bingkisan. Hadiah sederhana itu membuat mereka tampak bahagia, terlebih orang tua juga hadir menyaksikan momen pembagian rapor.
Kegembiraan tidak hanya dirasakan siswa. Para orang tua mengaku semakin termotivasi untuk mengajarkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah setelah melihat anak-anak mereka mendapat apresiasi dari sekolah.
Program Bank Sampah ASRI menjadi salah satu langkah MIS Al Fathin Belawan dalam membangun budaya hidup bersih. Siswa dibiasakan mengumpulkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kertas untuk dipilah serta dikelola bersama.

Perubahan kebiasaan mulai terlihat. Jika sebelumnya masih ada siswa yang langsung membuang sampah setelah membeli jajanan, kini mereka mulai terbiasa menyimpan sampah dan membawanya ke sekolah.
“Dulu anak-anak setelah jajan masih ada yang langsung membuang sampah. Sekarang mereka sudah mulai terbiasa memilah sampah di rumah dan membawanya ke sekolah,” kata Nia.
Sekolah yang berada di kawasan pesisir Belawan tersebut menyadari persoalan sampah menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama. Karena itu, pendidikan lingkungan tidak hanya diberikan melalui teori, tetapi dilakukan melalui praktik sehari-hari.
Selain mengumpulkan sampah, siswa juga diarahkan untuk memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter agar siswa tumbuh menjadi generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan adanya penghargaan bagi siswa berprestasi dan siswa peduli lingkungan, MIS Al Fathin Belawan berharap semakin banyak anak yang memahami bahwa keberhasilan tidak hanya tentang nilai rapor, tetapi juga tentang sikap dan kebiasaan baik.
Penulis: Redaksi