Bank Sampah Jadi Laboratorium Kehidupan, Dinas Pendidikan Medan Dorong Sekolah Bentuk Budaya Peduli Lingkungan

Bagikan Artikel

Medan, BONARINEWS.com – Semangat menjaga lingkungan sejak usia dini menggema di halaman SD Brigjend Katamso Marelan, Rabu (29/4/2026), saat pengumuman pemenang Lomba Bank Sampah Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah Tahun 2026 yang digelar Gugah Nurani Indonesia.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antar sekolah, tetapi juga dinilai sebagai sarana pendidikan karakter yang nyata bagi siswa sekolah dasar.

Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Medan, Syaiful Riza, mengatakan program bank sampah sangat relevan dengan implementasi kurikulum yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman.

Menurut dia, siswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam mata pelajaran IPAS, siswa belajar tentang lingkungan, daur ulang, dan keberlanjutan. Dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, mereka belajar gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis,” ujar Syaiful.

Ia menegaskan bank sampah harus menjadi budaya di sekolah, bukan hanya kegiatan seremonial atau perlombaan tahunan.

“Bank sampah bukan hanya tempat mengelola sampah, tetapi juga laboratorium kehidupan bagi siswa untuk belajar langsung tentang pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.

Syaiful berharap kegiatan serupa ke depan dapat diperluas cakupannya hingga seluruh sekolah di Kota Medan.

Ia juga memberi motivasi kepada sekolah-sekolah yang telah meraih juara agar mampu mempertahankan prestasi, sementara peserta lain diharapkan terus meningkatkan kualitas program mereka.

“Tahun depan yang juara harus bisa mempertahankan, yang belum juara harus lebih meningkat lagi,” ucapnya.

Fasilitator Program GNI Medan CDP, Nelli Lumbanbatu, menjelaskan proses penilaian dilakukan secara objektif sejak Januari 2026.

Ada empat kriteria utama yang menjadi dasar penilaian, yakni sosialisasi program kepada siswa, keberadaan SK Bank Sampah beserta struktur kepengurusan, modul pembelajaran berbasis lingkungan, dan keaktifan sekolah dalam menampung serta memilah sampah selama empat bulan berturut-turut.

“Jika ada nilai yang sama, pembeda utamanya adalah jumlah tonase sampah yang berhasil dikumpulkan sekolah selama empat bulan,” jelas Nelli.

Sementara itu, guru kelas 3 UPT SD Negeri 064006, Arie Susanty Hasibuan, mengaku bangga setelah sekolahnya berhasil meraih Juara I.

Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak sejak Januari hingga April 2026.

“Anak-anak aktif menabung sampah setiap minggu. Minimal satu hingga dua sampah per siswa dibawa untuk ditabung. Kami juga melengkapi seluruh administrasi dan aktif dalam semua kegiatan,” ujarnya.

Selain pengumuman pemenang, acara juga dimeriahkan dengan fashion show busana berbahan limbah plastik dan kertas, tarian dengan aksesori daur ulang, serta pameran karya siswa dari bahan bekas.

Berikut daftar pemenang Lomba Bank Sampah Sekolah 2026:

Juara I: UPT SD Negeri 064006
Juara II: UPT SD Negeri 064999
Juara III: UPT SD Negeri 065004

Juara Harapan I: SD Swasta Anugerah Harapan Bangsa
Juara Harapan II: UPT SD Negeri 0666429
Juara Harapan III: UPT SD Negeri 064996

Kategori Pameran Daur Ulang Sampah:

Juara I: UPT SD Negeri 064006
Juara II: SD Swasta Anugerah Harapan Bangsa
Juara III: UPT SD Negeri 066658

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Medan berharap kesadaran lingkungan dapat tumbuh sejak dini dan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan bumi.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *