Medan, BONARINEWS.com – Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya kegiatan mendongeng dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak usia dini. Hal itu disampaikannya dalam peringatan Hari Dongeng Sedunia yang digelar di Taman Ahmad Yani, Kota Medan, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme anak-anak yang menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari drama “Terima Kasih Guruku” oleh TK Negeri Pembina I hingga tarian daerah dari TK Azzuhra.
Suasana penuh keceriaan semakin terasa saat Airin mengajak anak-anak mengikuti kuis sederhana seputar dongeng. Dalam sesi tersebut, sejumlah anak berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat dan mendapatkan hadiah berupa boneka, sementara peserta lainnya menerima buku dongeng dan goodie bag.
Airin menyampaikan bahwa Hari Dongeng Sedunia yang diperingati setiap 20 Maret berawal dari gagasan para pendongeng di Swedia pada tahun 1991 dan kini berkembang menjadi gerakan global, termasuk di Indonesia.
Menurutnya, dongeng memiliki peran penting sebagai media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak, karena mampu menggabungkan unsur hiburan dan pendidikan secara bersamaan.
“Melalui dongeng, anak-anak tidak hanya belajar mengenal huruf dan kata, tetapi juga belajar berhitung dan memahami konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Airin.
Ia menambahkan, proses belajar melalui cerita membuat anak lebih mudah memahami materi karena disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, mendongeng juga membantu melatih daya ingat, kosakata, hingga kemampuan memecahkan masalah sederhana.
Airin juga menegaskan bahwa kegiatan mendongeng dapat menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan dasar anak seperti membaca, menulis, dan berhitung yang menjadi fondasi penting dalam pendidikan.
“Belajar tidak harus selalu melalui buku tebal. Cerita yang menarik justru bisa membuat anak lebih cepat memahami pelajaran,” katanya.
Ia mengajak para orang tua dan pendidik untuk terus membiasakan kegiatan mendongeng di rumah maupun di lingkungan sekolah sebagai bagian dari proses tumbuh kembang anak.
“Dari cerita, anak-anak bisa bermimpi, belajar, dan meraih cita-cita,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran TP PKK Kota Medan, para camat dan lurah, serta pengurus PKK dari tingkat kota hingga kelurahan.
Penulis: Dedy Hu