Bekasi, BONARINEWS.com – Duka mendalam masih menyelimuti insiden tabrakan maut di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek kembali bertambah menjadi 15 orang.
KAI Commuter menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan korban luka-luka agar segera pulih.
Selain korban meninggal, sejumlah penumpang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit rujukan. Hingga kini, proses pendataan dan penanganan korban terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Sebagai bentuk respons cepat, KAI Commuter membuka posko penanganan dan layanan informasi di Stasiun Bekasi Timur selama 14 hari ke depan. Posko ini disiapkan untuk membantu keluarga korban maupun masyarakat yang membutuhkan informasi terkait insiden tersebut.
Masyarakat juga dapat menghubungi Call Center 121 atau layanan WhatsApp di nomor 0811-2223-3121 untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai korban maupun operasional perjalanan.
Sementara itu, rekayasa pola operasi perjalanan Commuter Line lintas Cikarang masih diberlakukan dan untuk sementara hanya melayani hingga Stasiun Bekasi.
Petugas gabungan saat ini masih fokus melakukan evakuasi rangkaian Commuter Line yang rusak parah serta normalisasi jalur rel agar operasional kereta dapat kembali berjalan normal.
KAI Commuter menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan di lapangan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, tenaga medis, hingga relawan.
Insiden tragis ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling memilukan di Indonesia pada 2026 dan memicu perhatian serius terhadap keselamatan transportasi publik.
Penulis: Dedy Hu