GUNUNGSITOLI, BONARINEWS – Pengurus Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nias resmi dilantik di Aula Universitas Nias, Rabu (4/11/2026). Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas mahasiswa sekaligus menghadirkan program kerja yang berdampak nyata.
Pelantikan tersebut menjadi awal bagi para pengurus untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi, termasuk mengawal aspirasi mahasiswa serta membangun komunikasi yang konstruktif di lingkungan fakultas.
Ketua BEM Fakultas Sains dan Teknologi, Christopher Zebua, menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan bukan sekadar tempat memperoleh jabatan. Menurut dia, organisasi merupakan ruang untuk belajar, bertumbuh, membangun tanggung jawab, dan mengabdi.
Ia mengajak seluruh pengurus mengutamakan kebersamaan dan mengesampingkan ego sektoral dalam menjalankan roda organisasi. Kemajuan organisasi, kata Christopher, tidak hanya bergantung pada satu atau dua orang, tetapi membutuhkan kerja sama dan tanggung jawab seluruh pengurus.
Dalam kepengurusan MPM, Riki Arman Zebua dipercaya sebagai ketua, didampingi Oskar Gea sebagai wakil ketua. Posisi sekretaris dijabat Mardin Filipus dan bendahara oleh Della Telaumbanua.
MPM juga diperkuat enam komisi, yakni Komisi Inspeksi dan Kedisiplinan yang dipimpin Bidcar Ridoan Mendrofa; Komisi Hubungan Masyarakat, Komunikasi dan Informasi oleh Charles Septiawan Zebua; serta Komisi Kesekretariatan dan Kemitraan oleh Endang Sri Novita Zebua.
Selanjutnya, Komisi Legislasi dan Keuangan dipimpin Irmansah Gulo, Komisi Anggaran dan Pengawasan oleh Pandu Putra Pordana Waruwu, serta Komisi Aspirasi dan Advokasi oleh Bijaksana Gulo.
Sementara itu, Christopher Zebua menjabat Ketua BEM dengan Irfan Crisman Waruwu sebagai wakil ketua. Siska Natalia Zebua dipercaya sebagai sekretaris, Netral Danuarta Gulo sebagai wakil sekretaris, dan Desta Lenta Trisna Laoli sebagai bendahara.
BEM memiliki tujuh bidang pengembangan, meliputi kerohanian dan sosial; ilmu penalaran sains dan teknologi; minat dan bakat; sosial dan pengabdian kepada masyarakat; komunikasi, informasi dan publikasi; kesejahteraan mahasiswa dan bela negara; serta keorganisasian dan kewirausahaan mahasiswa.
Melalui susunan kepengurusan tersebut, MPM dan BEM diharapkan dapat membangun sinergi sesuai fungsi masing-masing. MPM diharapkan menjalankan peran kelembagaan dan pengawasan, sementara BEM menjadi wadah pelaksanaan program serta penyaluran aspirasi mahasiswa.
Pelantikan ini juga menjadi momentum untuk menjadikan organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, pengembangan kemampuan berpikir kritis, dan penguatan solidaritas.
Dengan semangat “Satu Komando, Satu Tujuan, Satu Perjuangan”, kepengurusan baru MPM dan BEM Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nias diharapkan mampu bekerja secara berintegritas, aspiratif, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan mahasiswa maupun masyarakat.
Penulis: Alfa Christofer