KUPANG, BONARINEWS — Panitia Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 mematangkan kesiapan pertandingan melalui technical meeting tujuh cabang olahraga di Aula Sekolah Keberbakatan Khusus Olahraga (SKO), Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (14/10/2026). Pertemuan ini menjadi bagian penting untuk menyamakan pemahaman teknis antara panitia, delegasi teknis, dan pelatih sebelum pertandingan berlangsung.
PESONAS II dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Dalam technical meeting tersebut, masing-masing technical delegate (TD) memimpin pembahasan bersama pelatih dan perwakilan provinsi peserta mengenai ketentuan serta mekanisme pertandingan.
Tujuh cabang olahraga yang dibahas meliputi atletik, renang, senam ritmik, bulu tangkis, bocce, dan sepak bola lima lawan lima. Informasi awal penyelenggara menyebutkan tujuh cabang olahraga, tetapi mencantumkan senam ritmik dua kali sehingga satu cabang perlu dikonfirmasi.
Kepala SKO, Hironimus Pati, S.Pd., M.M., menyambut kehadiran para peserta dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan panitia yang melibatkan sekolah tersebut dalam mendukung penyelenggaraan ajang olahraga nasional bagi atlet disabilitas intelektual.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan pada fasilitas pendukung, terutama karena sejumlah prasarana sekolah masih dalam proses revitalisasi.
“Kami sangat senang menyambut Bapak dan Ibu sekalian. Kami memohon maaf apabila masih terdapat banyak kekurangan, terutama terkait prasarana, karena sekolah kami masih dalam proses revitalisasi. Kami juga berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk mendukung suksesnya kegiatan akbar PESONAS di Kupang saat ini,” ujar Hironimus.
Dari Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (PP SOIna), Hanu menyampaikan apresiasi kepada perwakilan pengurus provinsi, pelatih, dan unsur teknis yang mengikuti pertemuan tersebut. Ia menjelaskan, panitia telah berupaya menyiapkan fasilitas pertandingan sesuai standar, meskipun kondisi cuaca dan lapangan menjadi tantangan dalam persiapan.
“Kami sebelumnya telah berupaya membuat standardisasi fasilitas yang akan digunakan dalam PESONAS ini. Namun, karena keadaan cuaca dan kondisi lapangan, kami memohon maaf atas segala keterbatasan yang ada. Semoga kegiatan pertandingan tetap dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pembahasan teknis diharapkan membantu seluruh peserta memahami aturan, mekanisme pertandingan, dan aspek lain yang diperlukan dalam pelaksanaan setiap cabang olahraga. Koordinasi antara TD, pelatih, dan panitia juga menjadi langkah untuk mengantisipasi kendala teknis selama kompetisi.
Di tengah persiapan tersebut, kesiapan sarana dan koordinasi penyelenggaraan menjadi faktor penting untuk memastikan atlet dapat bertanding dengan aman dan memperoleh pengalaman yang baik. Keterbatasan fasilitas dan kondisi cuaca menjadi tantangan yang perlu diantisipasi agar tidak mengurangi kualitas pelaksanaan pertandingan.
PESONAS II bukan hanya ajang untuk mengukur kemampuan atlet, tetapi juga ruang bagi penyandang disabilitas intelektual untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan mempererat kebersamaan melalui olahraga.
Dengan terlaksananya technical meeting, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan pertandingan. Kesiapan teknis yang matang diharapkan mendukung penyelenggaraan PESONAS II yang tertib, menjunjung sportivitas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi para atlet dari berbagai provinsi.
Penulis: Dedy Hutajulu