PESONAS II 2026 di Kupang Jadi Panggung Kesetaraan bagi Atlet Disabilitas Intelektual

Bagikan Artikel

KUPANG, BONARINEWS — Sebanyak 1.128 peserta dari 25 provinsi mengikuti Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 14–18 Oktober 2026. Ajang olahraga nasional ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang bagi atlet disabilitas intelektual untuk menunjukkan kemampuan dan memperoleh kesempatan berprestasi yang setara.

Ketua Panitia PESONAS II 2026, Reni Marlina Un, mengatakan penyelenggaraan ajang empat tahunan tersebut melibatkan atlet, ofisial, pendamping, hingga orang tua atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

PESONAS II mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni sepak bola mini, renang, tenis meja, bulu tangkis, atletik, senam ritmik, dan bocce. Panitia menyiapkan sejumlah lokasi pertandingan, dengan kompleks Stadion dan GOR Oepoi sebagai pusat kegiatan, sementara pertandingan renang berlangsung di Pitoby Sport Center dan bulu tangkis di Oesapa.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Timur sekaligus Sekretaris Panitia Pelaksana, Karel Muskanan, menyampaikan bahwa lokasi pertandingan telah ditinjau dan ditetapkan melalui koordinasi dengan pengurus pusat serta delegasi teknis.

Menurut Karel, kesiapan tempat pertandingan menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran kompetisi. Koordinasi teknis juga dilakukan guna memastikan pelaksanaan setiap cabang olahraga berjalan sesuai ketentuan.

Ketua Harian SOIna NTT, Hamda Saleh Badjo, menjelaskan bahwa tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan di PESONAS merupakan bagian dari cabang olahraga yang juga dipertandingkan dalam ajang Special Olympics World Summer Games 2027 di Santiago, Cile.

Dengan demikian, PESONAS tidak hanya menjadi kesempatan bagi atlet untuk berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga bagian dari proses pembinaan menuju panggung olahraga internasional.

Lebih dari perolehan medali, penyelenggaraan PESONAS membawa pesan bahwa atlet disabilitas intelektual berhak memperoleh ruang untuk berkembang, berkompetisi, dan mendapat pengakuan atas kemampuan mereka. Dukungan keluarga, pelatih, komunitas, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan tersebut.

Melalui PESONAS II 2026, Kupang menjadi tuan rumah pertemuan atlet dari berbagai daerah sekaligus ruang untuk memperkuat semangat inklusivitas melalui olahraga. Ajang ini diharapkan mendorong pembinaan yang berkelanjutan agar potensi atlet disabilitas intelektual dapat berkembang dan memperoleh kesempatan tampil di tingkat yang lebih luas.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *