KUPANG, BONARINEWS — Sebanyak 11 atlet yang tergabung dalam kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Utara mengikuti Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Bagi SOIna Sumut, ajang ini bukan sekadar perlombaan untuk mengejar medali, melainkan kesempatan bagi atlet disabilitas intelektual untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi dengan hak yang setara.
Ketua SOIna Sumatera Utara August Sinaga mengatakan, PESONAS menjadi ruang bagi para atlet untuk memperoleh kesempatan berkompetisi, mengembangkan kemampuan, dan merasakan pengalaman sebagai bagian dari ajang olahraga nasional.
Pesan itu disampaikannya menjelang upacara pembukaan PESONAS II 2026 di GOR Flobamora, kompleks Stadion Oepoi, Kupang, Rabu (14/10/2026).
Menurut August, prestasi berupa medali tentu menjadi harapan kontingen Sumatera Utara. Namun, hal yang lebih mendasar ialah memastikan anak-anak dengan disabilitas intelektual mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan membuktikan kemampuan mereka.
SOIna Sumut membawa 11 atlet dalam kontingen yang berjumlah 17 orang, termasuk pendamping dan ofisial. Mereka akan berkompetisi bersama peserta dari berbagai daerah dalam ajang yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 tersebut.
August menyampaikan, kontingen Sumatera Utara menargetkan sedikitnya empat medali emas, disertai 4 medali perak dan beberapa perunggu. Target tersebut menjadi motivasi bagi atlet untuk memberikan penampilan terbaik selama pertandingan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari jumlah medali. Kesempatan berpartisipasi, membangun kepercayaan diri, serta memperoleh pengakuan atas kemampuan atlet juga menjadi bagian penting dari tujuan penyelenggaraan PESONAS.
Di sisi lain, August berharap keikutsertaan di ajang nasional ini dapat menjadi momentum memperkuat perkembangan SOIna di Sumatera Utara, termasuk memperluas pembinaan hingga ke kabupaten dan kota.
Ia ingin organisasi tersebut semakin terbuka dalam merangkul komunitas disabilitas. Menurutnya, penguatan gerakan olahraga inklusif perlu dibangun melalui kolaborasi dan dukungan yang lebih luas, dengan tetap memperhatikan kebutuhan serta karakteristik masing-masing kelompok disabilitas.
August juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, organisasi, dan pemerintah di Sumatera Utara yang telah mendukung para atlet. Dukungan tersebut dinilai penting agar atlet memiliki kesempatan berlatih, mengikuti kompetisi, dan mengembangkan potensi secara berkelanjutan.
Ia mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada atlet SOIna Sumut. Para atlet, menurutnya, merupakan bagian dari generasi bangsa yang memiliki kemampuan untuk mengharumkan nama daerah dan Indonesia melalui prestasi olahraga.
PESONAS II 2026 diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan mempertandingkan sejumlah cabang olahraga, di antaranya atletik, bocce, bulu tangkis, renang, senam ritmik, sepak bola mini, dan tenis meja.
Bagi kontingen Sumatera Utara, ajang ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa keterbatasan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk berprestasi. Lebih dari perolehan medali, partisipasi mereka mengingatkan bahwa kesempatan, dukungan, dan penghargaan yang setara merupakan bagian penting dari olahraga yang inklusif.
Penulis: Dedy Hutajulu