MAUMERE, BONARINEWS — Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) mengambil langkah cepat setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Kampus menunda seluruh kegiatan yang telah dijadwalkan pada Sabtu sebagai langkah antisipasi sekaligus memberi ruang bagi warga kampus untuk memastikan keselamatan masing-masing. Di saat yang sama, jejaring Muhammadiyah mulai mengaktifkan respons kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak.
Deputi Unimof, Dr. Daniel Fernandes, mengimbau dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh civitas akademika tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan menyusul gempa kuat yang mengguncang wilayah Flores.
“Terutama kepada keluarga besar civitas akademika Unimof, para dosen, tenaga pendidik, civitas akademika dan semuanya, karena tadi pagi terjadi gempa bumi di bagian utara Flores,” ujar Daniel.
Seluruh Kegiatan Kampus Ditunda
Sebagai bentuk kehati-hatian, Unimof menunda rapat dan seluruh kegiatan kampus yang telah diagendakan pada Sabtu.
Sementara agenda peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 belum dipastikan. Pihak kampus masih memantau perkembangan situasi dalam beberapa hari ke depan sebelum mengambil keputusan.
“Untuk hari ini yang berkaitan dengan acara-acara dan rapat di Universitas Muhammadiyah Maumere sementara ditunda dulu. Untuk 17 Agustus, kita lihat perkembangan sampai besok,” kata Daniel.
Menurut dia, keselamatan warga kampus menjadi pertimbangan utama. Gempa dengan kekuatan besar masih menyisakan kekhawatiran di tengah masyarakat, sehingga aktivitas di lingkungan kampus perlu disesuaikan dengan kondisi terkini.
Gedung Amin Rais Rusak Berat
Dampak gempa juga dirasakan di lingkungan Unimof. Gedung Amin Rais lantai tiga dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga sebagian bangunan roboh.
Kerusakan tersebut menjadi perhatian serius pihak kampus dan memperkuat keputusan untuk membatasi aktivitas di lingkungan universitas demi mencegah risiko bagi mahasiswa maupun pegawai.
Unimof juga terus memantau kondisi korban gempa di Kabupaten Sikka, termasuk di kawasan Pelabuhan Lorena Maumere. Sejumlah korban dilaporkan mendapat penanganan medis di Unit Gawat Darurat RSUD dr. TC Hillers Maumere.
Tiga korban yang masih mendapat penanganan medis disebut mengalami kondisi berbeda. Vinsensius Asten (59), penumpang rute Makassar-Kupang, dilaporkan terjatuh dari tangga kapal hingga masuk ke laut. Ia mengalami syok dan pusing.
Korban lainnya, Hasmini, warga Wuring yang datang dari Makassar, juga dilaporkan terjatuh ke laut dan sempat tidak sadarkan diri. Saat mendapat perawatan, ia masih menggunakan oksigen.
Sementara Helen Vanianti (21), warga Tanawawo yang datang dari Kalimantan, dilaporkan mengalami syok, pusing, dan mual.
Selain korban luka, terdapat laporan dua orang meninggal dunia dalam insiden di kawasan pelabuhan. Namun, data korban tersebut merupakan laporan lapangan yang disampaikan dalam informasi Unimof dan perlu disandingkan dengan data resmi otoritas kebencanaan.
Muhammadiyah Aktifkan Respons Kemanusiaan
Respons terhadap gempa tidak berhenti di lingkungan kampus. Melalui Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) dan LAZISMU dalam Program Indonesia Siaga, Muhammadiyah mulai mengoordinasikan bantuan untuk wilayah terdampak.
Koordinasi dilakukan bersama pimpinan Muhammadiyah di daerah terdampak, BPBD, BNPB, jejaring kebencanaan nasional, serta berbagai pihak terkait.
Dalam respons awal, MDMC Pusat mengirimkan dua personel untuk membantu asistensi penanganan bencana di NTT.
Muhammadiyah juga mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah sementara di Ende, yang berlokasi di Klinik PKU Muhammadiyah Ende. Pos tersebut mencakup enam wilayah kerja, yakni Manggarai Timur, Ende, Manggarai Barat, Sikka, Manggarai, dan Nagekeo.
Selain itu, disiapkan Pos Pelayanan pertama di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur. Dukungan logistik darurat juga dipersiapkan melalui tim MDMC-LAZISMU Jawa Timur.
Untuk sektor kesehatan, tim medis Klinik PKU Muhammadiyah Ende mulai memberikan pelayanan terbatas. Tim medis dari PKU Muhammadiyah Bima dan Muhammadiyah Jawa Timur juga dipersiapkan untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera dipetakan dan ditangani.
Bagi Unimof, situasi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas dari sekadar menjalankan kegiatan akademik. Ketika bencana terjadi, kampus juga dapat menjadi bagian dari gerakan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Daniel berharap situasi segera kembali normal dan seluruh keluarga besar Unimof serta masyarakat NTT berada dalam kondisi aman.
“Kita berharap semuanya aman. Tetapi andaikata masyarakat masih merasa ketakutan, kita akan menunda kegiatan sampai waktunya memungkinkan,” pungkasnya.
Reporter: Faidin