Lebih dari 250 Siswa SMAN 1 Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Evakuasi Masih Berlangsung

Bagikan Artikel

BERASTAGI, BONARINEWS — Lebih dari 250 siswa SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 13 Agustus 2026.

Hingga pukul 16.59 WIB, proses evakuasi dan pemeriksaan medis terhadap para siswa masih berlangsung. Mereka dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan di Berastagi dan Kabanjahe untuk mendapatkan penanganan.

Beberapa lokasi yang digunakan untuk menangani para siswa antara lain Puskesmas Berastagi, RS Amanda, RS Efarina Etaham Berastagi, Klinik Yoreskita, dan RSUD Kabanjahe.

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan berupa rasa gatal pada mulut yang kemudian disertai bentol-bentol pada tubuh. Keluhan lain yang muncul berupa rasa panas pada bagian perut dan dada serta muntah-muntah.

Namun, belum ada kepastian bahwa gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan MBG. Penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta pemeriksaan terhadap makanan dan sampel terkait.

Jumlah siswa yang terdampak juga belum final. Pendataan masih dilakukan seiring proses evakuasi dan penanganan medis berlangsung. Karena itu, angka korban maupun lokasi perawatan masih mungkin berubah.

Bupati Karo Antonius Ginting bersama Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho terlihat berada di RS Efarina Etaham Berastagi. Keduanya memantau kondisi siswa serta proses penanganan yang dilakukan tenaga medis.

Kehadiran pemerintah daerah dan kepolisian tersebut untuk memastikan siswa memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Sementara itu, Kepala SPPG Wilayah Berastagi, Sumber Sembiring, belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan.

Pemeriksaan terhadap makanan MBG menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui penyebab kejadian. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat menjawab apakah gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi siswa atau disebabkan faktor lain.

Pihak sekolah, SPPG, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait juga diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian, jumlah siswa yang terdampak, kondisi kesehatan mereka, serta hasil pemeriksaan sampel makanan.

Kasus ini masih dalam penanganan. Data jumlah siswa terdampak dan lokasi perawatan dapat berubah karena proses evakuasi, pemeriksaan, dan pendataan masih berlangsung.

Penulis: Sastra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *