PALUTA, BONARINEWS — Ada tradisi yang kembali terjaga di lapangan futsal. SD Tadika Raya kembali keluar sebagai kampiun Turnamen Futsal Antar-SD dan SMP se-Tabagsel memperebutkan Trofi Ketua PMI Padang Lawas Utara. Gelar juara itu sekaligus memperpanjang dominasi mereka dalam turnamen yang digelar untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 2026.
Partai final berlangsung di Lapangan Alif Futsal, Senin (10/8/2026) sore. Penutupan turnamen dipimpin Ketua PMI Paluta H. Tohong Pangondian Harahap, serta dihadiri perwakilan KONI Paluta, Ketua PSSI Paluta, pengurus PMI, pendamping peserta, dan para suporter.
Di kategori SD, SD Tadika Raya merebut posisi pertama. SD Negeri 7 Gunungtua berada di posisi kedua, disusul Lopo Saba Lombang di peringkat ketiga dan SD Sungai Durian di posisi keempat.
Dominasi Tadika Raya juga terlihat dari penghargaan individu. Riski Harahap dinobatkan sebagai pemain terbaik, sementara Arvi Harahap menjadi top skor.
Di tingkat SMP, SMP Negeri 1 Padang Bolak tampil sebagai juara. Bujing FC menjadi runner-up, sedangkan Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan menempati peringkat ketiga dan SMP Negeri 1 Halongonan berada di posisi keempat.
Penghargaan pemain terbaik kategori SMP diberikan kepada Ranra Wildan Daulay dari Ponpes Darussalam Parmeraan. Sementara gelar top skor diraih Usman dari SMP Negeri 1 Padang Bolak.
Bagi Tohong, turnamen ini tidak semata soal siapa yang membawa pulang trofi. Lapangan futsal menjadi ruang bagi pelajar untuk menyalurkan minat olahraga sekaligus membangun pertemanan dan sportivitas.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada para orang tua dan penonton dari berbagai kecamatan yang telah mendukung turnamen futsal ini. Kami mohon doa agar turnamen ini terus menggema dan dapat digelar secara rutin,” kata Tohong.
Menurut dia, turnamen tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kegiatan kepalangmerahan kepada kalangan pelajar. PMI ingin hadir bukan hanya dalam situasi kebencanaan dan kemanusiaan, tetapi juga melalui kegiatan positif yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Tohong mengakui penyelenggaraan turnamen masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun, hal itu akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya.
“Yang kalah tetap semangat, yang menang junjung sportivitas. Siamo!” ujarnya.
Dukungan terhadap keberlanjutan turnamen datang dari KONI dan PSSI Paluta. Sekretaris KONI Paluta AM Fauzi ITM Siregar menilai kompetisi semacam ini penting sebagai wadah pembinaan sekaligus sarana mengarahkan energi anak-anak ke kegiatan yang positif.
“Turnamen seperti ini sangat bagus untuk terus dilaksanakan, terutama dalam mencegah kenakalan remaja, khususnya anak SD dan SMP,” katanya.
Ia berharap PMI Paluta tidak berhenti pada satu kegiatan. Kompetisi olahraga dan kegiatan kepemudaan lainnya dinilai dapat menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dan organisasi masyarakat dalam membangun karakter generasi muda.
Pada akhirnya, kemenangan SD Tadika Raya mungkin tercatat di papan skor. Namun, nilai yang ingin diwariskan dari turnamen ini jauh lebih panjang: disiplin, sportivitas, persahabatan, dan keberanian untuk berkompetisi secara sehat.
Dari lapangan futsal, semangat kemerdekaan menemukan bentuknya sendiri—bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh, bertanding, dan belajar menjadi generasi yang lebih tangguh.
Penulis: Tohong Harahap