PADANG, BONARINEWS – Dua belas guru dan kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) asal Sumatera Utara mencatat momentum penting dalam perjalanan pendidikan khusus. Mereka secara resmi mengikuti wisuda Program Magister (S2) Pendidikan Khusus Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (28/9/2026) mendatang.
Wisuda akan berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang, Padang. Ke-12 pendidik tersebut merupakan angkatan pertama yang lahir dari kerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dengan UNP melalui Memorandum of Understanding (MoU) pada 2024.
Kerja sama itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus kompetensi tenaga pendidik pendidikan khusus di Sumatera Utara.
Bukan Sekadar Gelar
Bagi pendidikan khusus, peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah memiliki arti penting. Pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan magister diharapkan tidak berhenti pada gelar akademik, tetapi diterapkan dalam pengelolaan sekolah, proses pembelajaran, serta pelayanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Dua belas pendidik yang mengikuti wisuda tersebut berasal dari berbagai SLB di Sumatera Utara.
Mereka adalah Mardi Panjaitan, Kepala SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara; Nicky Adrina Sari, Kepala SLB Negeri Asahan; Irawan, Kepala SLB Negeri Aek Kanopan; Ririn Aprina, Kepala SLB Negeri Rantau Prapat; Eka Zendrato, Kepala SLB Negeri Gunungsitoli; Murni Laia, Kepala SLB Swasta Sasmi Gunungsitoli; dan Unri, Kepala SLB Negeri Madina.
Selain itu, Fariyeni dan Marlina, guru SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara; Dessy Masita, guru SLB Negeri 1 Binjai; Firma Donna, guru SLB Negeri Madina; serta Vasas Lase, guru SLB Negeri Gunungsitoli.
Angkatan Pertama
Kehadiran 12 lulusan tersebut sekaligus menjadi penanda awal hasil kerja sama pendidikan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan dengan Universitas Negeri Padang.
Program tersebut membuka ruang bagi para pendidik pendidikan khusus untuk meningkatkan kapasitas akademik tanpa melepaskan keterikatan mereka dengan dunia pendidikan yang selama ini dijalankan.
Bagi sekolah, bertambahnya kepala sekolah dan guru berkualifikasi magister di bidang pendidikan khusus diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan, profesionalisme tenaga pendidik, serta mutu layanan pendidikan.
Lebih jauh, ilmu dan pengalaman yang diperoleh para lulusan diharapkan dapat dibawa kembali ke sekolah masing-masing dan memberi manfaat langsung bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Wisuda di Padang ini pun menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik. Dua belas pendidik tersebut kini membawa tanggung jawab baru untuk menerjemahkan ilmu yang diperoleh menjadi praktik pendidikan yang lebih baik di Sumatera Utara.
Kerja sama Disdik Sumut dan UNP melalui MoU 2024 menjadi salah satu contoh bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bertumpu pada pembangunan sarana, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berada di balik proses pembelajaran.
Dari Padang, langkah 12 pendidik tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk menghadirkan pendidikan khusus yang semakin profesional, inklusif dan bermutu di Sumatera Utara.
Penulis: Dedy Hutajulu