Waspada Phone Body! Kebiasaan Main HP Ternyata Bisa Ubah Bentuk Tubuh, Leher hingga Tangan Jadi Korban

Bagikan Artikel

Jakarta, BONARINEWS – Tahukah Anda bahwa terlalu sering menggunakan ponsel bukan hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat mengubah bentuk tubuh secara perlahan? Fenomena yang mulai dikenal dengan istilah “phone body” menggambarkan berbagai perubahan fisik akibat kebiasaan menatap layar dalam waktu lama, mulai dari leher yang terus menunduk, jari yang berubah bentuk, hingga menurunnya kekuatan genggaman tangan.

Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah gangguan pada leher. Saat seseorang menundukkan kepala untuk melihat layar ponsel, beban yang diterima leher bisa meningkat berkali-kali lipat. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi memicu nyeri leher, gangguan pada tulang belakang, penurunan fungsi otot, bahkan memengaruhi postur tubuh secara keseluruhan. Mengangkat ponsel sejajar mata dan rutin mengubah posisi duduk menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko tersebut.

Tak hanya leher, kulit juga dapat terdampak akibat penggunaan perangkat digital. Smartwatch yang dipakai tanpa jeda berisiko menciptakan area lembap di pergelangan tangan sehingga memicu iritasi, eksim, hingga infeksi jamur. Karena itu, para pengguna disarankan melepas jam pintar secara berkala dan menjaga kebersihan kulit agar tetap sehat.

Di sisi lain, penggunaan gawai yang membuat orang lebih banyak berada di dalam ruangan juga dikaitkan dengan meningkatnya kasus rabun jauh atau miopia. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurangnya paparan cahaya alami di luar ruangan dapat memengaruhi kesehatan retina. Meluangkan waktu beraktivitas di luar rumah menjadi salah satu cara yang dinilai efektif membantu menjaga kesehatan mata.

Perubahan juga terjadi pada fungsi tangan. Meski jari semakin terbiasa mengoperasikan layar sentuh, aktivitas fisik yang melibatkan keterampilan motorik halus justru semakin berkurang. Kondisi ini dapat berdampak pada kekuatan genggaman dan kemampuan koordinasi tangan, terutama jika tidak diimbangi dengan aktivitas seperti menulis, memasak, bermain alat musik, atau membuat kerajinan.

Para ahli mengingatkan bahwa teknologi bukanlah musuh, tetapi penggunaannya perlu diimbangi dengan kebiasaan yang lebih sehat. Mengurangi waktu menatap layar tanpa jeda, memperbaiki postur tubuh, beraktivitas di luar ruangan, serta memperbanyak kegiatan fisik menjadi langkah penting untuk mencegah dampak “phone body” di masa depan.

Penulis : Ahmad Amri Falah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *