GUNUNGSITOLI, BONARINEWS — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Gunungsitoli-Nias melakukan audiensi dengan Polres Nias untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membahas sejumlah isu strategis daerah.
Pertemuan yang berlangsung di Mapolres Nias, Senin (15/6/2026), diterima langsung oleh Kapolres Nias AKBP Agung. Audiensi tersebut turut dihadiri Kasat Reskrim Soni Zalukhu, Kabag Intelkam, KBO, serta Kasi Humas Polres Nias.
Rombongan DPC GMNI Gunungsitoli-Nias dipimpin Ketua Cabang One Putra Zega bersama Sekretaris Cabang Zoharniawan Ndraha dan jajaran pengurus.
Dalam pertemuan itu, GMNI memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus menyampaikan komitmen organisasi dalam membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian.
One Putra Zega menjelaskan, GMNI merupakan organisasi kader yang berlandaskan pemikiran Bung Karno dengan peran tidak hanya pada pengembangan intelektual mahasiswa, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan mitra kritis dalam mengawal kepentingan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui gagasan, pengawasan sosial, serta gerakan yang konstruktif.
Dalam kesempatan tersebut, GMNI juga menawarkan kerja sama melalui Program Desa Binaan GMNI. Program itu meliputi pemberdayaan masyarakat, penyuluhan hukum, penguatan wawasan kebangsaan, serta pembinaan generasi muda.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan kepolisian dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar hukum dan mandiri.
Selain membahas kerja sama, GMNI turut menyampaikan sejumlah masukan kepada Polres Nias, di antaranya kebutuhan peningkatan jumlah personel, pemekaran sejumlah Polsek, wacana pembentukan Polres Nias Utara, serta penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.
Kapolres Nias AKBP Agung menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan GMNI. Ia menjelaskan, usulan pembentukan Polsek baru telah disampaikan kepada Polda Sumatera Utara dan telah masuk dalam pembahasan tingkat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Dua wilayah yang diusulkan menjadi lokasi Polsek baru yakni Kecamatan Afulu di Kabupaten Nias Utara dan Kecamatan Lahomi di Kabupaten Nias Barat.
Terkait rencana pembentukan Polres Nias Utara, Kapolres menyebut upaya tersebut tetap dilakukan meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan anggaran, kebutuhan personel, serta persoalan lokasi yang direncanakan berada di kawasan hutan lindung.
Audiensi juga menyoroti perkembangan penanganan kasus meninggalnya AJZ, seorang siswi di Kabupaten Nias Utara yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.
Ketua DPC GMNI Gunungsitoli-Nias menegaskan bahwa kasus yang menyangkut keselamatan anak dan perempuan harus menjadi perhatian serius serta ditangani secara maksimal.
GMNI berharap kasus tersebut dapat segera menemukan titik terang dan menjadi evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kapolres Nias menyampaikan bahwa perkara AJZ sejak awal telah menjadi perhatian kepolisian. Namun, penyidik harus bekerja secara hati-hati dan profesional karena kasus tersebut memiliki tingkat kompleksitas tertentu.
Kasat Reskrim Polres Nias Soni Zalukhu kemudian menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan tidak pernah dihentikan. Polisi terus melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi yang diperoleh.
Ia menyebut perkembangan perkara masih terus dilakukan, namun hasil penyelidikan belum dapat disampaikan secara keseluruhan karena proses hukum masih berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, One Putra Zega menyatakan GMNI menghormati proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Namun, ia berharap keterbukaan informasi tetap dijaga agar kepercayaan masyarakat tetap terpelihara
“Harapan kita semua sama, yaitu kasus ini harus terungkap. Kami memahami bahwa perkara ini memiliki kompleksitas tersendiri dan memerlukan proses penyelidikan yang profesional. Namun, sepanjang tidak mengganggu proses hukum, keterbukaan informasi tetap penting untuk menjaga kepercayaan publik. GMNI akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan siap memberikan informasi apabila terdapat petunjuk yang dapat membantu pengungkapan perkara. Namun apabila ditemukan adanya langkah atau tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut, GMNI tentu tidak akan tinggal diam,” tegas One Putra Zega.
GMNI menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut dan siap memberikan informasi yang dapat membantu penyidik apabila ditemukan petunjuk baru.
Audiensi kemudian ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan kepolisian dalam menciptakan kondisi masyarakat yang aman, demokratis, serta menjunjung tinggi supremasi hukum.
Penulis: Alfa Christofer