JAKARTA, BONARINEWS – Transformasi digital pendidikan Indonesia mendapat pengakuan internasional setelah dua inovasi unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty, berhasil terpilih sebagai Champion Project dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026.
Penghargaan yang digelar oleh International Telecommunication Union (ITU) tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi global terhadap inovasi teknologi informasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang dinilai berhasil mengembangkan Infrastruktur Digital Publik (Digital Public Infrastructure) yang aman, inklusif, dan dapat digunakan dalam skala besar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pengakuan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan bukan hanya persoalan teknologi, melainkan bagian dari upaya memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Pengakuan ini membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia bukan sekadar agenda teknologi, melainkan komitmen negara untuk memastikan setiap murid, di mana pun berada, mendapatkan pendidikan berkualitas,” ujarnya.
Rumah Pendidikan merupakan superaplikasi pendidikan nasional yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu ekosistem digital. Sementara Anugerah Bug Bounty merupakan kompetisi keamanan siber berbasis pelaporan kerentanan yang melibatkan masyarakat untuk ikut menjaga keamanan sistem digital pendidikan.
Kedua inovasi tersebut menjadi bagian dari Program Digitalisasi Pembelajaran yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Program ini dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, dinamis, dan merata bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Kemendikdasmen menyebut digitalisasi pembelajaran hadir sebagai respons terhadap berbagai tantangan pendidikan, mulai dari kesenjangan akses teknologi hingga dampak learning loss pascapandemi.
Dalam proses seleksi WSIS Prizes 2026, sebanyak 1.596 proyek dari berbagai negara ikut berkompetisi. Dari jumlah tersebut, hanya 360 nominasi terbaik yang lolos dalam 18 kategori WSIS Action Lines.
Melalui dukungan publik dalam pemungutan suara daring yang mencapai 2,2 juta suara, Rumah Pendidikan berhasil menjadi Champion Project pada kategori E-Government, sedangkan Anugerah Bug Bounty terpilih dalam kategori Building Confidence and Security in Use of ICTs.
Kemendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pengembangan inovasi tersebut, termasuk guru, peserta didik, dan masyarakat.
“Capaian ini adalah milik bersama. Indonesia sudah membuktikan bahwa inovasi pendidikan kita diakui dunia,” kata Abdul Mu’ti.
Selanjutnya, para proyek yang masuk kategori Champion masih akan mengikuti tahapan penilaian dewan juri untuk menentukan pemenang utama. Pengumuman pemenang WSIS Prizes 2026 dijadwalkan berlangsung pada puncak WSIS Forum 2026 di Jenewa, Swiss, 9 Juli 2026.