Bupati Langkat Dukung Program ASB, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Anak Saat Bencana

Bagikan Artikel

LANGKAT, BONARINEWS – Pemerintah Kabupaten Langkat memberikan apresiasi dan dukungan terhadap program Aliansi Sumut Bersatu (ASB) terkait penguatan layanan kesehatan reproduksi perempuan dan anak dalam situasi bencana.

Program tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan pascabanjir yang melanda Kabupaten Langkat pada akhir 2025 lalu. Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik dan trauma healing, ASB bersama Yayasan IPAS Indonesia melalui Program SOAR juga fokus memperkuat perlindungan kesehatan reproduksi bagi perempuan dan remaja perempuan yang rentan terdampak bencana.

Kegiatan sosialisasi digelar di Desa Pantai Cermin, Kabupaten Langkat, dengan menyasar perempuan dewasa dan remaja perempuan melalui Puskesmas dan Posyandu.

Materi yang disampaikan mencakup Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM), layanan kontrasepsi, penanganan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), hingga pencegahan dan penanganan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) sesuai amanat Permenkes Nomor 75 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan.

Direktur Aliansi Sumut Bersatu, Veryanto Sitohang, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kajian cepat di wilayah terdampak banjir.

Menurutnya, bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga meningkatkan risiko terhadap perempuan dan anak, termasuk terganggunya akses layanan kesehatan reproduksi dan meningkatnya kerentanan terhadap kekerasan berbasis gender.

Selain edukasi, ASB juga mendistribusikan dignity kit serta memberikan informasi terkait hak-hak perempuan dan layanan kesehatan yang dapat diakses selama masa krisis dan pascabencana.

ASB juga melakukan audiensi bersama Bupati Langkat H Syah Afandin untuk membahas penguatan implementasi kebijakan layanan kesehatan dalam situasi bencana.

Dalam pertemuan tersebut, ASB menyerahkan media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bertajuk “Akses Perempuan terhadap Layanan Kesehatan Reproduksi dalam Situasi Krisis” kepada Pemerintah Kabupaten Langkat.

Media edukasi tersebut disusun sebagai sarana meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan berbasis gender serta akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan.

Bupati Langkat H Syah Afandin menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ASB yang dinilai sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi masyarakat.

Menurutnya, media KIE menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, khususnya bagi perempuan dan remaja yang menghadapi risiko lebih besar saat terjadi bencana.

Program tersebut juga dinilai mendukung implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Langkat Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan Reproduksi.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas DPPKBPPPA Kabupaten Langkat Indri Nugraheni, Staf Ahli Bupati Sukarni, serta jajaran pengurus ASB mulai dari bidang advokasi, kampanye, pengorganisasian hingga keuangan.

Melalui kegiatan ini, ASB menegaskan bahwa respons bencana tidak hanya soal bantuan darurat, tetapi juga memastikan perempuan dan anak tetap mendapatkan layanan, informasi dan perlindungan kesehatan reproduksi secara berkelanjutan.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *