Blackout Sumut Bikin Lumpuh Aktivitas Warga, Sutarto Desak PLN Evaluasi Total dan Siapkan Mitigasi

Bagikan Artikel

Medan, BONARINEWS – Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, meminta PT PLN Persero segera melakukan evaluasi total terhadap sistem kelistrikan setelah terjadinya blackout atau pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah Sumatera Utara sejak Jumat sore 23 Mei 2026 hingga Sabtu pagi 24 Mei 2026.

Pemadaman yang berlangsung hingga sekitar 12 jam itu dinilai sangat merugikan masyarakat karena mengganggu aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga keamanan di berbagai daerah.

Sutarto menegaskan, PLN harus memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang dan segera menghadirkan strategi mitigasi yang jelas untuk mengantisipasi gangguan listrik berskala besar di masa mendatang.

“Masalah listrik ini berdampak langsung terhadap hajat hidup orang banyak. Kita minta persoalan ini benar-benar diperhatikan agar tidak terulang kembali,” ujar Sutarto, Sabtu 23 Mei 2026.

Menurutnya, dampak blackout sangat dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM yang aktivitas usahanya terganggu akibat padamnya aliran listrik dalam waktu lama.

Tak hanya sektor ekonomi, layanan kesehatan dan sistem keamanan di sejumlah wilayah juga ikut terdampak akibat pemadaman massal tersebut.

“UMKM kita terdampak, pelayanan kesehatan juga terganggu, termasuk keamanan di berbagai wilayah,” tambahnya.

Selain meminta evaluasi menyeluruh, Sutarto juga mendesak PLN agar lebih transparan dalam memberikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi pemadaman susulan.

Ia menilai penyampaian informasi secara akurat dan real time sangat penting agar masyarakat dapat melakukan antisipasi dan tidak panik menghadapi kondisi darurat.

“Kalau ada pemadaman susulan, informasikan secara akurat kepada masyarakat. Tapi tentu kita berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Di tengah situasi tersebut, Sutarto turut mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan penghematan energi secara kolektif, baik penggunaan listrik, gas, maupun bahan bakar minyak.

Menurutnya, langkah sederhana di rumah tangga dapat membantu menjaga kestabilan energi jika dilakukan secara bersama-sama.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan kelistrikan yang menyebabkan sebagian wilayah Pulau Sumatera mengalami blackout.

PLN mengungkapkan indikasi awal gangguan berasal dari jaringan transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Provinsi Jambi yang diduga terdampak cuaca buruk.

Akibat gangguan tersebut, sistem transmisi keluar dari jaringan utama kelistrikan Sumatera dan memicu pemadaman di sejumlah daerah, termasuk Sumatera Utara.

PLN saat ini disebut masih terus melakukan investigasi serta pemulihan sistem guna memastikan pasokan listrik kembali stabil dan aman bagi masyarakat.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *