GMNI Sumut Bertemu Pangdam I Bukit Barisan, Bahas Ancaman Disintegrasi hingga Ketahanan Nasional Daerah

Bagikan Artikel

Medan, BONARINEWS – GMNI Sumatera Utara menggelar audiensi strategis dengan Pangdam I/Bukit Barisan, Hendy Antariksa di Medan, Selasa (19/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan ketahanan nasional secara terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk isu nasionalisme, stabilitas sosial, hingga ancaman disintegrasi bangsa.

Ketua DPD GMNI Sumut, Michael Situmeang menegaskan ketahanan nasional tidak cukup hanya menjadi narasi, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan yang konkret dan terukur.

“Ketahanan nasional harus diturunkan dalam bentuk desain kebijakan yang jelas dari pusat hingga daerah. Mulai dari sistem kewaspadaan dini, penguatan kapasitas aparatur daerah, hingga integrasi data sosial untuk membaca potensi konflik dan disintegrasi,” ujarnya.

Dalam audiensi itu, GMNI Sumut mendorong penguatan sistem deteksi dini berbasis kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil.

Selain itu, GMNI juga mengusulkan integrasi wawasan kebangsaan dalam kebijakan pendidikan dan pembinaan kepemudaan di daerah.

Tak hanya itu, organisasi mahasiswa tersebut menilai pemerintah daerah perlu memperkuat kapasitas dalam menghadapi isu ideologi, konflik sosial, hingga disrupsi digital yang terus berkembang.

GMNI Sumut juga menekankan pentingnya pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media dalam membangun ketahanan nasional yang adaptif.

“Kita tidak bisa lagi melihat ketahanan nasional sebagai domain tunggal negara. Ini harus menjadi kerja kolektif lintas aktor,” kata Michael Situmeang.

Sementara itu, Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa menilai penguatan ketahanan nasional memang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, ancaman nonmiliter saat ini semakin kompleks sehingga koordinasi dan komunikasi lintas sektor menjadi sangat penting.

“Ketahanan nasional hari ini sangat ditentukan oleh kesiapan daerah. Karena itu, koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah,” tegasnya.

Audiensi tersebut juga membuka peluang kerja sama lanjutan berupa forum koordinasi kebangsaan tingkat daerah, pelatihan kader kebangsaan, hingga penguatan literasi ideologi bagi generasi muda.

Sebagai organisasi kader, GMNI Sumut menegaskan komitmennya untuk terus mendorong implementasi ketahanan nasional hingga ke tingkat akar rumput.

Penulis: Redaksi


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *