Siswa Disabilitas Sumut Bersinar di FLS3N 2026, SLB-E Negeri Pembina Borong Juara

Bagikan Artikel

Medan, BONARINEWS.com – SLB-E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Dalam kompetisi seni dan sastra bergengsi tersebut, para siswa disabilitas berhasil membawa pulang gelar juara dari tiga cabang lomba sekaligus, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan berprestasi.

Prestasi tertinggi diraih Asyifa Fadiya yang sukses meraih Juara 1 lomba melukis. Karya lukis penuh warna dan makna yang ditampilkan Asyifa berhasil memukau dewan juri hingga mengantarkannya menjadi wakil Sumatera Utara di tingkat nasional.

Sementara itu, pasangan Anggun Salsabila dan Salsabila Azzahra berhasil meraih Juara 2 cabang lomba tari. Penampilan kompak dan penuh penghayatan menjadi kunci keberhasilan keduanya mencuri perhatian juri.

Tak kalah membanggakan, Irgi Pratama sukses meraih Juara 3 lomba pantomim berkat kemampuan ekspresi dan gerak tubuh yang dinilai kuat dan menyentuh penonton.

Kepala SLB-E Negeri Pembina Sumut Mardi Panjaitan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras para siswa dan guru pembimbing.

“Kami sangat bangga atas capaian ini. Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan bakat siswa,” ujar Mardi Panjaitan, Kamis 7 Mei 2026.

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh siswa untuk terus berkembang dan mengharumkan nama sekolah di tingkat yang lebih tinggi.

Menurutnya, capaian para siswa di FLS3N 2026 juga menjadi bukti bahwa siswa disabilitas memiliki potensi besar di bidang seni dan budaya jika mendapat ruang, dukungan, dan pembinaan yang tepat.

Prestasi SLB-E Negeri Pembina Sumut ini diharapkan mampu menginspirasi siswa disabilitas di seluruh Indonesia agar terus percaya diri, berani bermimpi, dan menunjukkan karya terbaik mereka kepada dunia.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *