Stop Politisasi Video Jusuf Kalla, Sutrisno Pangaribuan: Umat Kristen Diminta Tetap Tenang

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS.com — Inisiator Kongres Perdamaian Dunia (Konperda), Sutrisno Pangaribuan, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh polemik potongan video ceramah Jusuf Kalla yang belakangan ramai diperbincangkan.

Menurut Sutrisno, laporan polisi yang dilayangkan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis SARA tidak mencerminkan suara mayoritas umat, melainkan hanya mewakili kelompok tertentu.

“Laporan tersebut tidak mewakili umat secara luas, melainkan hanya pihak-pihak yang melapor. Faktanya, tidak ada gelombang laporan dari masyarakat umum, khususnya umat Kristen non-elit,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).

Ia menilai, gerakan pelaporan yang dilakukan secara berkelompok lebih bersifat elitis dan berpotensi bermuatan politik, bukan murni aspirasi umat.

Sutrisno menegaskan, umat Kristen di Indonesia tidak terpengaruh oleh potongan video tersebut dan justru lebih mencemaskan kondisi ekonomi global yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Ia menyinggung pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus kisaran Rp17.000 per dolar AS sebagai persoalan yang lebih mendesak dibanding polemik yang berkembang.

Selain itu, ia juga menyoroti dampak ketegangan geopolitik global, termasuk konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang turut memengaruhi harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi nasional.

“Ancaman nyata saat ini adalah dampak ekonomi global. Seharusnya semua pihak, termasuk ormas, fokus membantu pemerintah menghadapi situasi ini,” katanya.

Sutrisno juga mengingatkan agar tidak ada organisasi yang mengklaim mewakili seluruh umat Kristen dalam menyampaikan sikap atau aspirasi, terutama dalam isu sensitif yang berpotensi memecah belah.

Ia mendorong setiap individu yang ingin menyampaikan keberatan untuk melakukannya secara pribadi, tanpa membawa nama kelompok atau organisasi.

“Tidak boleh ada klaim sepihak yang mengatasnamakan umat. Aspirasi harus lahir dari keputusan bersama, bukan reaksi sesaat yang sarat kepentingan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta mengedepankan sikap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *