BRIN Temukan Spesies Keong Baru “Dayangmerindu” di Sumatra Selatan, Hanya Hidup di Kawasan Karst Ini

Bagikan Artikel

Cibinong, Bonarinews.com — Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengungkap kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dengan menemukan spesies baru keong darat yang sebelumnya belum pernah dideskripsikan secara ilmiah. Spesies tersebut diberi nama Chamalycaeus dayangmerindu dan diketahui hanya ditemukan di kawasan karst Padang Bindu, Sumatra Selatan.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi tinggi ZooKeys pada 2026. Penelitian tersebut dipimpin oleh peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Ayu Savitri Nurinsiyah, bersama sejumlah kolaborator dari dalam dan luar negeri.

Ayu menjelaskan, perjalanan untuk mengidentifikasi satu spesies baru bukanlah proses yang singkat. Penelitian terhadap keong darat ini dimulai sejak 2021 melalui kegiatan ekspedisi ilmiah yang bertujuan mengkaji kawasan ekosistem esensial karst di Sumatra.

Dalam ekspedisi tersebut, para peneliti melakukan pengambilan sampel di lapangan yang kemudian dianalisis secara mendalam di laboratorium. Proses penelitian melibatkan pengamatan detail terhadap morfologi cangkang, perbandingan dengan koleksi ilmiah yang telah ada, hingga verifikasi oleh para ahli melalui proses penelaahan ilmiah internasional.

“Menemukan dan mendeskripsikan spesies baru merupakan perjalanan panjang. Mulai dari eksplorasi lapangan, analisis ilmiah, hingga publikasi di jurnal internasional. Semua tahapan itu penting untuk memastikan bahwa spesies tersebut benar-benar berbeda dari yang sudah diketahui,” ujar Ayu.

Hingga saat ini, Chamalycaeus dayangmerindu hanya tercatat hidup di kawasan karst Padang Bindu. Habitat yang sangat terbatas ini membuat spesies tersebut rentan terhadap berbagai ancaman lingkungan, seperti perubahan penggunaan lahan dan kerusakan habitat alami.

Menurut Ayu, publikasi ilmiah terhadap spesies baru merupakan langkah awal dalam upaya konservasi. Dengan adanya dokumentasi ilmiah, spesies tersebut dapat dikenali secara global dan menjadi dasar bagi upaya perlindungan di masa depan.

Penelitian ini juga melibatkan kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya serta Széchenyi István University dari Hungaria. Kolaborasi lintas lembaga ini memperkuat penelitian biodiversitas Indonesia di tingkat internasional.

Salah satu penulis penelitian, Latifah Nurul Aulia, merupakan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di BRIN. Ia kemudian melanjutkan riset tersebut melalui program Bantuan Riset bagi Talenta Riset dan Inovasi (BARISTA) hingga menjadi bagian dari tugas akhirnya.

Ayu berharap semakin banyak generasi muda tertarik menekuni bidang taksonomi dan biosistematika. Menurutnya, Indonesia masih memiliki potensi besar dalam penemuan spesies baru, terutama pada kelompok moluska darat yang belum banyak diteliti.

Temuan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Para peneliti BRIN berharap eksplorasi biodiversitas di berbagai wilayah Indonesia dapat terus dilakukan untuk mendukung upaya konservasi dan perlindungan ekosistem secara berkelanjutan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *