Jakarta, Bonarinews.com — Pengembangan riset genomik di Indonesia mulai memasuki fase baru melalui kolaborasi strategis lintas sektor. Langkah ini bertujuan memperkuat integrasi data dan infrastruktur penelitian guna mempercepat penerapan kedokteran presisi di tanah air.
Komitmen tersebut disampaikan dalam forum komunikasi strategis nasional bertajuk “BGSI Ecosystem Roadshow” yang digelar di Auditorium Leimena, Jakarta. Acara ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pendidikan, riset, kesehatan, hingga industri.
Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa riset genomik tidak bisa dijalankan secara terpisah oleh satu lembaga saja. Menurutnya, penelitian di bidang ini memerlukan sinergi lintas disiplin ilmu.
Sebagai solusi, pemerintah berencana membentuk Konsorsium Riset Genomik Nasional yang akan menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, rumah sakit pendidikan, serta mitra industri.
Menurut Brian, konsorsium tersebut akan menjadi platform strategis untuk mempercepat pengembangan ilmu genomik sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam inovasi kesehatan berbasis data genetik.
Dukungan juga datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan kesiapan pihaknya menyediakan fasilitas penelitian berstandar tinggi yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh berbagai institusi.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan laboratorium genomik membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga kolaborasi antar lembaga menjadi solusi penting agar riset tetap berjalan efektif dan efisien.
Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menilai riset genomik berpotensi membawa perubahan besar dalam sistem layanan kesehatan di Indonesia.
Menurutnya, pemahaman terhadap genom manusia memungkinkan dokter melakukan diagnosis penyakit secara lebih cepat dan akurat, sekaligus menentukan terapi yang lebih tepat bagi pasien.
Ia menambahkan bahwa riset genomik membutuhkan kolaborasi berbagai bidang ilmu seperti biologi, kimia, matematika, kecerdasan buatan, hingga kedokteran.
Program Biomedical Genome Science Initiative (BGSI) ke depan akan difokuskan pada sejumlah penyakit prioritas yang menjadi beban kesehatan utama di Indonesia, seperti stroke, penyakit jantung, dan kanker payudara.
Melalui sinergi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kementerian pendidikan, BRIN, perguruan tinggi, serta rumah sakit, pemerintah berharap pemanfaatan data genomik dapat mempercepat inovasi kebijakan kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan medis di Indonesia. (Redaksi)
Kata kunci: riset genomik indonesia, konsorsium riset genomik nasional, brian yuliarto, budi gunadi sadikin, arif satria, biomedical genome science initiative, kedokteran presisi indonesia, penelitian genom manusia, inovasi kesehatan indonesia, riset kesehatan nasional,
